Canelo Buktikan Prediksi

INDOPOS.CO.ID – Saul ‘Canelo’ Alvarez masih terlalu kuat untuk Rocky Fielding setelah dia merobohkan petinju asal Liverpool itu di ronde ketiga. Usai memastikan kemenangan, Canelo mengaku belum memikirkan lawan selanjutnya. Canelo naik ring dengan status juara dunia kelas menengah WBA dan WBC, sedangkan Fielding adalah juara dunia kelas menengah super WBA.

Bertarung di Madison Square Garden, New York, Minggu (16/12) Canelo memang lebih difavoritkan menang. Namun, tidak ada yang menyangka petinju 28 tahun asal Meksiko cuma butuh tiga ronde untuk mengandaskan perlawanan Fielding sekaligus memenangkan sabuk juara dunia WBA kelas menengah super.

Alvarez, yang rekornya meningkat jadi 51-1-2 menutup perlawanan Fielding dengan hook kiri yang menyebabkan lawannya tersungkur. Padahal Fielding memiliki tubuh lebih tinggi tiga inci ketimbang Canelo. “Saya merasa sangat kuat. Kami melakukan pekerjaan dengan baik dan saya merasa sangat bahagia,” kata Alvaerz.

Bagi Canelo baru sekali kalah sepanjang karier tinju profesionalnya. Kekalahan tersebut terjadi ketika ia menghadapi Floyd Mayweather Jr tahun 2013. Adapun Canelo telah menjuarai tiga divisi dan menempatkan dirinya sebagai salah satu petinju terbaik dunia di kelasnya.

“Kami akan menikmati kemenangan ini dan semua yang telah kami capai pada tahun 2018. Kemudian saya akan berpikir tentang pertarungan yang akan terjadi,” tutup Canelo.

Kemenangan Canelo sekaligus mencetak sejarah. Rekor pertandingan Canelo (51-1-2, 35 KO) menjadi petinju Meksiko yang mengumpulkan gelar juara dunia tiga divisi berat berbeda. Jawara di kelas menengah ringan, menengah, dan menengah super. Dia mengikuti jejak Julio Cesar Chavez, Erik ‘El Terrible’ Morales, Marco Antonio ‘The Baby-Faced Assassin’ Barrera, dan Jorge ‘El Travieso’ Arce.

Sebelumnya, petinju Amir Khan memprediksi berjalan tidak seimbang. Malah Fielding akan mendapatkan mimpi buruk menghadapi kebringasan Canelo. Dalam sebuah wawancara yang dikutip Boxingscene, Khan mengungkapkan tak ada peluang Fielding bisa bisa mengalahkan Canelo. Khan sangat paham sekali dengan kemampuan yang dimiliki Canelo.

Bukan tanpa alasan Khan lebih menjagokan Canelo. Pasalnya, ia sempat merasakan bagaimana kerasnya petinju Meksiko itu. Khan pernah dikanvaskan Canelo dalam pertarungan 7 Mei 2016 silam. Meski begitu, Fielding bukan tak punya kans.
Menurut Khan kemenangan bisa saja diperoleh kalau Canelo melakukan kesalahan.

“Saya menyukai Fielding. Dia petinju cerdas. Tapi saya pernah bertarung dengan Canelo dan rasanya tak akan memberikan kesempatan pada Fielding,” kata Khan. (sha/snc)

Komentar telah ditutup.