Megapolitan

Angin Kencang Jadi Ancaman, KRB Ditutup Sementara

Redaktur: Syaripudin
Angin Kencang Jadi Ancaman, KRB Ditutup Sementara - Megapolitan

DITUTUP - Pengunjung mengabadikan gerbang masuk Kebun Raya Bogor yang ditutup Senin (17/12), karena Kota Bogor dilanda angin kencang. Foto : Foto : Fadli/Metropolitan/INDOPOS Group

INDOPOS.CO.ID - Angin kencang yang melanda Kota Bogor membuat berbagai pihak khawatir. Selain merusak rumah, angin kencang juga banyak merobohkan pohon. Hingga kini, angin kencang yang disertai hujan deras itu masih jadi ancaman serius Kota Bogor.

Karena itu guna mengantisipasi ancaman terhadap pengunjungnya, pengelola Kebun Raya Bogor (KRB) menutup kawasan wisatanya untuk umum mulai hari ini, Senin (17/12). Penutupan itu sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan kawasan milik Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang banyak pohon tua itu terkait dengan kondisi cuaca berupa angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kota Bogor sejak dua hari terakhir, Minggu (16/12) hingga Senin (17/12) pagi.

"Ya, karena kondisi cuaca angin kencang mulai dari kemarin (Minggu), berisiko menyebabkan pohon tumbang sehingga mengancam keselamatan pengunjung, maka dari itu kami menutup sementara Kebun Raya Bogor bagi pengunjung,” terang Humas PKT Kebun Raya Bogor-LIPI Ayi Doni Darusallam, Senin (17/12).

Untuk waktu penutupan, menurutnya belum ada keputusan dan belum bisa ditentukan sampai kapan, masih melihat kondisi. ”Mungkin sampai kondisi aman lah secara umum seperti itu, kalau misalkan sudah aman kita buka kembali,” terangnya juga.

Tapi, dijelaskannya lagi, penutupan sementara Kebun Raya Bogor itu bagi pengunjung yang datang langsung, sedangkan bagi pengunjung yang sudah melakukan booking atau pemesanan tiket jauh hari sebelum penutupan, masih bisa masuk dan berwisata.

'Ya, bagi pengunjung yang sudang membooking masih tetap bisa masuk, namun lokasinya kita arahkan ke tempat yang lebih aman, yang tidak ada pohon tinggi.  Seperti dekat Museum Zoologi, sekitar Bank Biji, dan depan Guest House Nusa Indah,” kata dia juga.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa penutupan ini sebagai antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. ”Kegiatan-kegiatan antisipasi seperti ini sudah sering dilakukan, terutama saat kondisi cuaca seperti angin kencang dan hujan deras,” pungkasnya. 

Penutupan sementara yang diumumkan di selembar kertas di pintu gerbang masuk Kebun Raya Bogor membuat sejumlah pengunjung yang datang kecewa. ”Mau ke Kebun Raya Bogor, tapi pas sampai sini ditutup,” ujar Ahmad Bayhaqi, warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (17/12).

Dia mengaku datang bersama keluarganya dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang kebetulan tengah liburan akhir tahun di rumahnya. ”Datang bersama keluarga tapi Kebun Raya Bogor tutup. Yah, mau bagaimana lagi,” ujarnya juga.

Tapi dia mengerti tindakan yang diambil pengelola Kebun Raya Bogor tersebut. ”Keselamatan pengunjung memang yang utama. Kalau berbahaya yah kami mengerti kalau harus ditutup. Kami cari tempat liburan lain saja di Bogor,” tandasnya. (gal/ysp)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Cuaca Ekstrem Ancam Lampung

Daerah / Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa MTs Belajar di Tenda

Internasional / Angin Kencang Terjang Sydney, Suhu Turun Hingga 12 Derajat

Megapolitan / Waspada, Pekan Ini Bogor Diprediksi Dilanda Angin Kencang

Jakarta Raya / Sejumlah Pohon Tumbang Diterjang Angin


Baca Juga !.