Megapolitan

Dua Gerbang Tol Jadi Sasaran

Redaktur: Syaripudin
Dua Gerbang Tol Jadi Sasaran - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Pemberlakuan sistim ganjil genap di Gerbang Tol Tambun menghilangkan 600 kendaraan yang biasanya bergerak menuju Jakarta. Seluruh kendaraan itu memilih untuk berangkat dari gerbang lain. Dampaknya, dua gerbang tol terdekat mengalami volume lonjakan kendaraan yang cukup signifikan. 

"Ada lonjakan di dua pintu gerbang tol yakni Gerbang Tol Cibitung, dan Gerbang Tol Cikunir. Alternatif itu yang dipakai pengendara agar bisa masuk tol untuk menuju ke Jakarta," kata General Manager PT Jasa Marga pada ruas tol Jakarta Cikampek, Raddy R Lukman, Selasa (18/12).

Pemberlakuan sistim ganjil genap di GT Tambun sudah diberlakukan sejak 3 Desember 2018 lalu. Penerapan ganjil genap ini cukup efektif, sebab terjadi penurunan kendaraan yang mengarah ke Jakarta. Dari normal kendaraan yang masuk melalui gerbang itu sebesar 5000 kendaraan, ternyata bisa ditekan menjadi 3500. Artinya ada penurunan 1500 kendaraan atau 30 persen.

"Ada penurunan sejak diterapkan aturan ganjil genap. Menurut catatan kami ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan. Sehingga kecepatan melaju dari Tambun ke Jakarta sudah tidak sama dengan sebelumnya," kata Raddy.

Faktor pertama kata Raddy, terkait adanya perpindahan waktu berkendara. Para pemilik kendaran memilih untuk berangkat pagi hari, untuk menghindari waktu ganjil genap. Hal itu sama dengan kejadian yang ada di tol Bekasi Barat, yakni perpindahan waktu berkendara. "Kepadatan akhirnya berpindah menjadi pukul 05.00, karena banyak pengendara memilih ke Jakarta di waktu itu," paparnya.

Kemudian, yang kedua, kata Raddy, perpindahan laju kendaraan ke arah Cibitung. Para pengendara memilih untuk masuk tol Cibitung agar bisa melaju ke Jakarta. Sehingga, di gerbang tersebut terjadi penambahan kendaraan yang masuk sebesar 150 unit kendaraan tiap paginya. "Meski hilangnya 600 kendaraan karena tol Tambun memberlakukan ganjil genap, tapi penambahan di Cibitung hanya 150 kendaraan," ujarnya.

Dan yang terakhir, diakui Raddy, pengendara memilih menyisir ke jalan-jalan arteri. Salah satunya, Jalan Kalimalang, yang dijadikan alternatif ke Jakarta. Namun, hampir kebanyakan mereka memilih masuk ke Gerbang Tol Cikunir. "Kalau di Gerbang Tol Bekasi Barat kan tidak bisa, makanya mereka ke Cikunir," katanya.

Raddy mengaku, belum melakukan monitor dampak transportasi massal yang sudah disediakan Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ). Bus yang disediakan sebanyak 15 unit itu belum diketahui apakah ada peningkatan atau tidak. "Mudah-mudahan terjadi peningkatan, agar masyarakat memilih untuk menggunakan transportasi massal," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yana Supriyatna mengatakan, untuk kemacetan jalur arteri memang sudah menjadi pemandangan yang baru di Kalimalang. Bahkan, sebelum ada penerapan sistim ganjil genap di tol Tambun, jalur tersebut sudah padat. "Wilayah Kabupaten Bekasi itu banyak diisi oleh para urban. Sehingga, mereka memiliki kendaraan untuk beraktifitas," ujarnya, Selasa (18/12)

Meski begitu, kata Yana, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah berencana melebarkan Jalan Kalimalang. Saat ini, pembebasan lahan sudah dilakukan mulai dari perbatasan Kota Bekasi sampai ke Tegal Danas, Cikarang Pusat. "Tapi baru dilakukan pembebasan. Soal pembangunanya ada di Dinas Bina Marga, kita tidak tahu tekhnisnya," tandasnya. (dny)

 

 

Berita Terkait

Daerah / Dukung Ganjil-Genap Mudik Lebaran

Headline / Ganjil Genap Tak Jadi Diterapkan saat Mudik

Megapolitan / Boleh Dihapus, Asal Transportasi Lengkap

Jakarta Raya / Gage Bisa Diperluas

Jakarta Raya / Pemprov DKI Perpanjang Kebijakan Ganjil Genap

Jakarta Raya / Menunggu Penerapan ERP


Baca Juga !.