Headline

Sepanjang 2018, 2.426 Bencana, 4 Ribuan Tewas

Redaktur: Novita Amelilawaty
Sepanjang 2018, 2.426 Bencana, 4 Ribuan Tewas - Headline

PAPARAN-Kepala BNPB Willem Rampangilei memaparkan laporan akhir tahun kebencanaan. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tahun 2018 merupakan tahun bencana bagi tanah air. Sebab, bencana alam telah menyebabkan 4.231 orang meninggal dunia dan hilang. Jumlah ini paling besar dibanding jumlah korban selama 10 tahun terakhir.

Meski begitu, banyaknya korban tidak sebanding dengan jumlah bencana yang melanda. Dari data kebencanaan BNPB tercatat, pada tahun ini bencana alam berjumlah 2.426. 

Sementara dalam 10 terakhir, tahun 2017 paling banyak terjadi bencana alam dengan 2.862 bencana yang menimbulkan 378 orang meninggal dan hilang.

Kepala BNPB Willem Rampangilei menyebut, gempabumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan gempabumi yang disusul tsunami serta likuifaksi di Sulawesi Tengah adalah penyebab kenaikan dampak bencana.

"Pada tahun 2017 tidak ada kejadian gempabumi dan tsunami yang berskala besar yang menimbulkan dampak bencana yang besar," cetus Willem di Kantor BNPB jalan Pramuka Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).

Secara rinci, Willem mengungkapkan bahwa selama tahun ini bencana alam mengakibatkan 6.948 orang luka-luka, 9,9 juta orang mengungsi dan terdampak serta 374.023 unit rumah rusak.

Keseluruhan bencana yang terjadi terdiri dari sebanyak 2.350 bencana atau 96,9 persen bencana hidrometeorologi dan 76 bencana 3,1 persen merupakan bencana geologi seperti gempabumi dan gunung api meletus.

Adapun bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter seperti curah hujan, kelembaban, temperatur serta angin. Biasanya jenis bencana ini seperti banjir, badai, kebakaran hutan, El Nino, La Nina, longsor, Tornado dan Angin puyuh. Sementara bencana geologi 

Willem menuturkan, meski bencana geologi terjadi sedikit, namun menyebabkan dampak bencana yang lebih besar, khususnya gempabumi dan tsunami. 

"Kejadian 20 kali gempabumi yang merusak telah menyebabkan 572 meninggal dunia, 2.012 orang luka-luka, 483.364 orang mengungsi dan terdampak, dan 16.520 unit rumah rusak," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.