Wanita

Wanita 20, Pria 22 Tahun

Redaktur: Nurhayat
Wanita 20, Pria 22 Tahun - Wanita

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Pasca putusan makahkamah Konstitusi (Mk), pemerintah bakal melayangkan usulan ke DPR RI. Hal itu terkait terkait batas usia maksimal dalam revisi Undang-Undang (UU) nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menilai, batas usia ideal menikah bagi perempuan 20 tahun dan laki-laki 22 tahun. Yohana akan membicarakan batas usia menikah yang ideal itu ke DPR RI.

”Jadi usia paling tepat, jadi saya tadinya setelah membanding-bandingkan dengan negara-negara lain, rata-rata yang saya ambil, khusus perempuan 20, laki-laki 22 (tahun, Red),” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/12).

Menurut Yohana, usia batas usia menikah tersebut diambil setelah pihaknya mempertimbangkan faktor kesetaraan gender atau gender equality. ”Jangan sampai terjadi ketidakadilan, jadi bagusnya minimal 20 maksimal 22 untuk laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Yohana pun memastikan batas usia menikah tersebut akan dibawah ke DPR untuk menjadi pembahasan revisi UU Perkawinan yang berisi batas usia minimal perempuan menikah. ”Nanti kita diskusi (ke DPR, Red), kemarin baru diskusi publik pernikahan usia anak. Akan kita bawakan ini ke DPR,” tuturnya.

Yohana mengungkapkan, pihaknya perlu kerjasama dan kesepakatan dengan DPR agar batas minimal menikah bagi perempuan 20 tahun dan laki-laki 22 tahun masuk ke undang-undang. Jika mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak, maka batas minimal menikah adalah 18 tahun.

”Kita perlu kerja sama, pendekatan lagi dengan pihak DPR agar ada kesepakatan bersama. Yang jelas, Undang-Undang Perlindungan Anak minimal 18 tahun. Nanti akan memerlukan kesepakatan bersama dari berbagai institusi terkait isu anak ini. Jadi kita akan siapkan itu sebaik mungkin sehingga kesepakatan kita bisa bawakan nanti ke DPR lebih cepat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya tetap akan menerima usulan dari semua pihak. Namun, pihaknya juga tetap meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut mengkaji batasan usia perkawinan.

”Mendorong Kementerian Agama melalui MUI untuk mengkaji batas usia perkawinan, mengingat UU Perkawinan bagi umat Islam bukan hanya sekedar mengatur norma hukum positif dalam perkawinan, tetapi juga mengatur sah dan tidaknya sebuah perkawinan menurut ajaran Islam,” ujarnya melalui keterangan tertulis, kemarin.

Selain MUI, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo meminta agar Kementerian Sosial (Kemensos) juga ikut mengkaji batasan usia dari segi dampak sosial terhadap perkawinan usia dini di masyarakat. ”Baik atas pengaruh faktor adat, maupun faktor kemiskinan,” ujar Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar itu.

Lebih lanjut Bamsoet menyatakan, DPR akan menindaklanjuti putusan MK tersebut untuk segera merevisi Pasal 7 ayat (1) UU Perkawinan, yang mengatur batas usia perkawinan anak. Namun, revisi itu juga dilakukan bersama dengan pemerintah. ”Untuk bersama-sama melakukan pembahasan Daftar Isian Masalah (DIM) mengenai batasan usia perkawinan yang ideal untuk perempuan dan laki-laki, sesuai dengan prosedur administrasi, dan prosedur pembahasan sebuah revisi UU di DPR,” tutupnya. (aen)

 

Berita Terkait

Lifestyle / 10 Hal yang Tak Diketahui Wanita di Balik Jenggot Pria


Baca Juga !.