Hukum

Dana Hibah Rawan Korupsi

Redaktur: Ali Rahman
Dana Hibah Rawan Korupsi - Hukum

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pakar Hukum Pidana, Prof. Dr. Mudzakir mengatakan dana hibah merupakan area rawan korupsi. Karena dana hibah mudah dimainkan.

“Dana Hibah ini salah satu area rawan korupsi. Saya kira membaca kasus dari dulu soal dana hibah, hibah biasanya pertangungjawabannya longgar. Dana itu karena agak longgar banyak yang menikmati dana hibah itu apalagi terkait olahraga, pembengkakan anggaran itu sangat mudah apa lagi event olahraga sangat mudah,” kata Mudzakir saat diwawancari INDOPOS, Kamis (20/12/2018).

Ia juga menuturkan KPK harus membongkar kasus dana hibah tersebut. Karena, ia meyakini ada pihak-pihak lain yang merasakan duit hibah tersebut. "Saya rasa kalau mau dikembangkan kasusnya bagus juga supaya olahraga sehat uangnya juga sehat.makanya kalau engga sehat kalah terus olahraganya," jelas dia..

“Itu mestinya ya KPK bongkar aja semua. Padahal disitu mengalir ke bendahara Asian Games. Apa mungkin hanya berhenti pada bendahara bagaimana dengan pucuk pimpinannya. Itu pengumpulan dana ya bendara apa mungkin sebelah kanan kiri kanan atas bawahnya yang juga tidak menikmati? Dia nerima,” ujar Mudzakir.

“Semua event besar kalau ada penyimpangan pasti puncak pimpinanannya juga dapat. Karena itu dana besar biasanya kami amati sih begitu,” ucap dia.

Diketahui, pada Rabu (19/12/2018), KPK resmi menahan lima orang tersangka terkait kasus dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) sebesar Rp 17,9 miliar. (cr-1)

Berita Terkait

Nasional / Apresiasi Kinerja Menpora

Megapolitan / Pemkot Bekasi Tarik Usulan Dana Kemitraan

Megapolitan / Usulan Dana Kemitraan Kota Bekasi ke DKI Capai Rp 2,5 T

Banten Raya / Gubernur Banten Minta Dana Hibah Diawasi Bersama

Jakarta Raya / Bantuan DKI Tak Penuh diberikan


Baca Juga !.