Nasional

Tiga Langkah KLHK untuk Menangani Praktik Illegal Logging di Papua

Editor: Redjo Prahananda

Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani memberikan keterangnya di kantor KLHK, Jakarta. Foto: Dhika Alam Noor/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk satuan petugas penyelamatan sumber daya alam yang disupervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk menangani permasalahan praktik illegal logging di willayah Papua. 

Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani mengatakan, ada tiga langkah saat ini, pertama adalah menghapus non police line (NPL). 

"Jadi kayu yang lama dulu yang dijadikan modus untuk melakukan tindakan pencucian kayu ini sudah dihapus. Kami sudah mengkaji itu dan kami sudah memutuskan untuk menghapus itu dalam waktu pendek akan dilakukan," ujar Rasio Ridho Sani di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Jumat, (21/12/2018).

Langkah kedua melakukan pos audit terhadap pemanfaat stok kayu. Pihaknya telah melakukan pos audit terhadap 10 perusahaan dan akan menembangkan kepada perusahaan lain. 

"Temuan kami tentu harus ada tindakan terhadap perusahaan ini, kepada indusri kayu dari situ kan bisa kelihaan. Itu ada 10 pengolahan kayu dari kami juga melakukan pengakan hukum terhadap kayu yang keluar dari Papua," jelas Rasio. 

Kemudian akan menyiapkan langkah hukum penindakan terkait dengan kegiatan kayu ilegal yang ada di tanah Papua. "Ini merupakan koordinasi kami dengan KPK juga. Karena ini supervisi dengan tim KPK," ungkapnya. 

Sebelumnya, 40 kontainer kayu ilegal asal Sorong, Papua Barat, diamankan petugas Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Kayu gergajian jenis merbau yang diangkut menggunakan Kapal Hijau Jelita, dari Sorong pada 25 November 2018 dan tiba di Surabaya tanggal 1 Desember 2018, tidak dilengkapi dokumen resmi dan tidak pula tercatat pada sistem tata usaha kayu (SIPUH). (dan)

Berita Lainnya kan