Internasional

Saudi Bayar Pembangunan Kembali Suriah

Redaktur: Indra Bonaparte
Saudi Bayar Pembangunan Kembali Suriah - Internasional

HUBUNGAN BILATERAL - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam upacara resmi di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (20/5/2017).FOTO:AFP

INDOPOS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump pada Senin (24/12) mengatakan Arab Saudi akan mengeluarkan uang untuk membantu pembangunan kembali Suriah.

"Arab Saudi sekarang sudah setuju, dan bukan Amerika Serikat, untuk mengeluarkan uang yang diperlukan guna membantu pembangunan kembali Suriah," kata Trump di akun Twitter, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

"Lihat? Bukankan bagus ketika negara yang sangat kaya membantu membangun kembali tetangga mereka dan bukan Negara Besar, AS, yang berjarak 5.000 mil jauhnya. Terima kasih kepada A. Saudi!," tulis Trump.

Trump mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan pekan lalu bahwa AS akan menarik tentara dari Suriah, setelah percakapan telepon dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin itu menyepakati perlunya bagi koordinasi yang lebih efektif mengenai negara yang dicabik perang tersebut.

Beberapa laporan menyatakan pasukan AS akan pergi dalam waktu 60 sampai 100 hari.Keputusan Trump untuk keluar dari Suriah diikuti oleh pengunduran diri Menteri Pertahanan James Mattis dan Wakil Khusus Presiden Urusan Koalisi Global untuk Mengalahkan Da'esh, Brett McGurk.

Penarikan itu dilakukan pada malam kemungkinan operasi militer Turki di bagian timur-laut Suriah terhadap kelompok teror YPG/PKK. Arab Saudi pada Agustus menjanjikan bantuan 100 juta dolar AS untuk membangun kembali Provinsi Ar-Raqqah, yang diporak-porandakan oleh kelompok teror Da'esh. (ant)

Berita Terkait

Internasional / Trump akan Temui Presiden Korsel Bahas Denuklirisasi Korut

Internasional / Arab Saudi Percayakan Ilmuwan Indonesia Garap Industri Halal

Internasional / Korut Tembakkan Rudal, Simbol Protes ke AS

Internasional / Perang Dagang Dengan AS, Tiongkok Harapkan Dialog

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku

Headline / Ratusan Ribu Warga Tewas dalam Serangan Militer di Suriah


Baca Juga !.