Trofi Dulu, Baru Gaji

INDOPOS.CO.ID – Liverpool belum pernah memberikan kenaikan gaji kepada Juergen Klopp. Di Melwood, sejak kali pertama dia datang pada 8 Oktober 2015 Klopp sudah mendapat gaji GBP 7 juta (Rp 129,5 miliar) per tahun. Nilai tersebut tak berubah sampai sekarang. Padahal, selama 2018 The Reds di tangan Klopp tampil cemerlang.

Tahun ini, Kloppo -sapaan akrab Klopp- sudah mampu mengantarkan Liverpool ke final Liga Champions 2017-2018. Meski di final takluk di tangan Real Madrid 1-3 (0-0). Tidak cuma itu. Di Premier League, Jordan Henderson dkk juga masih memuncaki klasemen sementara dan satu-satunya klub unbeaten musim ini.

Liverpool Echo menyebut, Klopp hanya bisa mendapatkan kenaikan gaji apabila kontrak enam musim hingga 2022 itu diperbarui. ”Saya tak mau berpikir sejauh itu (perbaruan kontrak). Jika Anda memberitakannya, maka banyak yang membicarakannya. Tetap saja, bakal ada orang  yang berkata: Klopp belum memenangkan apapun,” beber Klopp dalam wawancara dengan Sky Sports.

Setelah 3,5 musim berkuasa, Klopp hanya mampu menegaskan status Liverpool menjadi langganan finalis. Yakni, finalis di Piala Liga dan Liga Europa 2015-2016, dan Liga Champions Mei lalu. ”Pada musim panas, mungkin saja orang akan berubah pikiran. Karena saya tidak bisa memberi trofi apapun, maka saya harus pergi dari sini,” lanjut pelatih yang pada musim terakhir di Borussia Dortmund dibayar GBP 4,7 juta (Rp 86,7 miliar) per musim itu.

Situasi yang dijalani der trainer berusia 51 tahun ini tak seperti Mauricio Pochettino. Per musim ini Tottenham Hotspur sudah mendongkrak nilai gaji per musim Pochettino. Musim lalu gaji per musim Poche hanya berkisar di GBP 5,5 juta (Rp 101,5 miliar). Nah, gajinya bertambah setelah perbaruan kontrak musim panas lalu.

            Setelah melihat melejitnya performa The Lilywhites beberapa musim terakhir dan rumor tawaran klub-klub elite Eropa sekaliber Real Madrid, Spurs menaikkan gaji Poche GBP 8,5 juta (Rp 157,2 miliar). Terlepas dengan ukuran trofi juara jadi patokan perbaruan kontrak dan angka gaji, Klopp enggan terbebani.

Begitu pula dengan peluang Liverpool mengangkat trofi juara untuk pertama kali musim ini. ”Kami semua menikmati perjalanan musim ini, semuanya, mulai dari pemilik klub, pemain, fans dan semua orang di klub ini. Kami akan mencobanya (menjawab ekspektasi sebagai juara) kali ini,” bebernya.

Dari sisi finansial, klub yang dipegang grup konsorsium Fenway Sports Group (FSG) itu sedang bagus-bagusnya. Saat bursa transfer musim panas lalu misalnya. Anggaran sebesar GBP 168,25 juta (Rp 3,1 triliun) sudah mereka kucurkan. Pendapatan musim ini juga sudah naik dari GBP 302 juta (Rp 5,57 triliun) menjadi GBP 364 juta (Rp 6,72 triliun). (ren/jpk)

Komentar telah ditutup.