Jakarta Raya

Manfaat Perlindungan Unlimited Ini Belum Banyak Diketahui Orang

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Manfaat Perlindungan Unlimited Ini Belum Banyak Diketahui Orang - Jakarta Raya

BLUSUKAN- Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang Tonny Tanamal (kiri) memimpin sosialisasi dan akuisisi kepesertaan langsung ke lapak-lapak pedagang pasar tradisional.FOTO:BPJSTK

INDOPOS.CO.ID - Pekerja sektor informal atau bukan penerima upah (BPU) terus menjadi prioritas sasaran sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan. Seperti rencana BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang pada 2019 akan mengoptimalkan sosialisasi dan perluasan kepesertaan BPU seperti di centra buah dan sayur Pasar Minggu Jakarta Selatan.

”Kita terus meningkatkan literasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja informal ini. Sebab di kalangan pekerja informal, program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan adalah sesuatu yang baru,” ujar Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Mampang Tonny Tanamal, di Jakarta (28/12/2018). Tonny mengungkapkan pada tahun ini pihaknya gencar bersosialiasi program BPJS Ketenagakerjaan di sentra buah dan sayur Pasar Minggu Jakarta Selatan. Sebagian besar pekerja pasar setempat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk tahun depan, pihaknya akan mengoptimalkan sosialisasi untuk melindungi pekerja di pasar dan sekitar pasar yang belum menjadi peserta. Demi melindungi kelompok pekerja informal ini, pihaknya terus menggandeng Suku Dinas UMKM Jakarta Selatan. ”Selain itu kami perluas jaringan Perisai (penggerak jaminan sosial nasional) untuk menjangkau lebih dalam lagi cakupan kepesertaan BPU,” ungkap Tonny.

Dirinya mengakui semenjak PT Jamsostek (BUMN) bertransformasi menjadi badan hukum publik yakni BPJS Ketenagakerjaan, negara mengamanatkan untuk melindungi seluruh pekerja tak terkecuali pekerja informal. Sebelumnya, program ini hanya untuk melindungi pekerja formal, seperti pekerja kantoran atau pekerja di industri-industri besar. ”Karena menjadi badan hukum publik, orientasi kami bukan mencari keuntungan, tetapi murni untuk melindungi risiko yang mungkin timbul akibat aktivitas pekerjaan,” tuturnya.

Untuk itulah Tonny menyebut, pekerja informal seharusnya memanfaatkan sebesar-besarnya program ini. Lantaran manfaat perlindungannya sangatlah besar. ”Dalam program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) kami menjamin peserta yang mengalami kecelakaan kerja tanpa ada batasan biaya, seluruhnya ditanggung sampai sembuh,” ujar Tonny. 

Manfaat unlimited inipun berhak dinikmati oleh peserta dari sektor informal dengan level iuran kepesertaan paling murah sekalipun. ”Program perlindungan ini didesain terjangkau untuk seluruh kalangan. Pekerja informal bisa ikut dua program yaitu JKK dan JKM (Jaminan Kematian) dengan iuran hanya Rp 16.800 perbulan dengan manfaat unlimited tadi,” tuturnya.(dni)

Berita Terkait


Baca Juga !.