Nasional

Longsor di Sukabumi Akibat Hujan Deras dan Retakan di Puncak Bukit

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Longsor di Sukabumi Akibat Hujan Deras dan Retakan di Puncak Bukit - Nasional

SEMANGAT - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantornya, terkait longsor di Sukabumi. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bencana longsor di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat terjadi karena adanya hujan deras yang mengguyur daerah tersebut beberapa hari.

Selain hujan deras, Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan telah terjadi retakan-retakan di puncak bukit yang akhirnya mengakibatnya longsor.

”Jadi sebelumnya diawali oleh hujan deras, beberapa hari keajadian sebelum tanggal 31 Desember 2018. Ada kemungkinan hujan deras yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan retakan-retakan di puncak bukit,” kata Sutopo saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Sutopo menyampaikan, pada tanggal 31 Desember 2018 sebelum terjadinya longsor, terdengar suara gemuruh dari puncak bukit. Diketahui, tanah longsor tersebut sebagian bersar merupakan lahan persawahan. Sehingga, membuat air mudah menyerap.

“Apalagi daerah sini sebagian besar penggunaan lahan adalah sawah. Otomatis terjadi volume aliran permukaan banyak. Yang kemudian tanggal 31 Desember 2018 pukul 17.30 WIB tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Longsor dari mahkota longsor menerjang menuruni perbukitan,” jelasnya.

“Pertama longsor meluncur, kemudian karena dibagian atas ada bagian yang cukup tinggi, longsornya melompat, menjadi lebih melebar menghantam permukiman yang ada di kampung Cimapak,” sambungnya. Sutopo menuturkan, ketebalan longsor yang terjadi di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat bervariasi dan panjang longsor sekitar 800 meter.

”Hasil analisi satelit menunjukan total panjang dari mahkota longsor ada sekitar 800 meter hingga 1 kilometer (km). Daerah landaan disini sekitar 8 hektare. Tebal longsor bervariasi, ada yang ketebalannya sampai 10 meter,” paparnya. (bar)

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Sinabung Erupsi, Waspadai Bahaya Lahar

Daerah / Sinabung Erupsi, Waspadai Bahaya Lahar

Headline / Kenali Ancaman Bencana agar Selamat

Nasional / Selama Empat Bulan Terjadi 1.586 Bencana

Nasional / Selama Empat Bulan Terjadi 1.586 Bencana


Baca Juga !.