Bola Lokal

Magnet sang Mayor

Redaktur: Riznal Faisal
Magnet sang Mayor - Bola Lokal

DEMI AMANAH - Rahmad Darmawan berjanji membuat PS Tira lebih baik. Foto : DONNY ADITYA/KALTIM POST

INDOPOS.CO.ID - Rahmad Darmawan boleh gagal menyelamatkan Mitra Kukar dari jerat degradasi. Namun, sebagai pelatih, RD – sapaan akrabnya – masih menjadi magnet. Mantan pelatih Timnas U-23 Indonesia itu tak akan berkiprah di Liga 2 pada musim 2019. Dia tetap beredar di Liga 1 setelah resmi dikontrak PS Tira sebagai nakhoda baru menggantikan Nil Maizar.

RD menandatangi kontrak di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Bogor, kemarin. Kontrak tersebut berdurasi satu tahun. RD menggantikan posisi Nil Maizar yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019.

"Wilujeng sumping di Bogor Coach Rahmad Darmawan. Selamat datang di keluarga besar PS Tira. Disaksikan Presiden Klub PS Tira Bapak Bimo, Coach RD menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala untuk musim 2019. Bismillah, membawa PS Tira berprestasi musim ini," tulis akun Instagram pstni_official.

Penunjukan RD tak lepas dari statusnya sebagai purnawirawan TNI. Pelatih berusia 52 tahun itu pensiun dini dari TNI AL pada 2015 lalu. Saat itu, dia sedang menangani Persija Jakarta. RD memang ingin fokus sebagai pelatih sepak bola. Pangkat terakhirnya adalah Mayor.

"Tentu saja hal itu menjadi pertimbangan kami mengingat PS Tira ini merupakan tim yang berlatar belakang TNI. Sebanyak 90 persen pemain kami merupakan prajurit TNI,” ujar Presiden Klub PS Tira Bimo Wirjasoekarta.

Sebelum berlabuh ke tim berjuluk The Young Warrior itu, RD mengalami musim berat pada tahun ini. Hal itu juga menjadi catatan terburuk sepanjang karir kepelatihannya. Pelatih asal Kota Metro, Lampung itu sempat menangani Sriwjaya FC.

Namun, dia memilih hengkang karena permasalahan tunggakan gaji. Kemudian RD menangani Mitra Kukar. Kedua tim tersebut akhirnya terdegradasi ke Liga 2.

Meski begitu, masih banyak prestasi RD sebagai pelatih. Salah satunya mengantar Indonesia meraih perak dalam SEA Games 2011 dan 2013. Juga saat membawa Sriwijaya FC meraih double winners tahun 2007, yaitu Copa Indonesia dan Liga Indonesia.

Bimo mengatakan hal tersebut juga menjadi pertimbangan timnya memilih RD. “Pengalaman beliau dalam melatih klub Indonesia maupun luar negeri saya kira cukup luas. Juga catatan bagus membawa klub menjadi juara. Soal target, tentu saja kami berharap PS Tira bisa lebih baik lagi dari musim 2018. Mungkin target realistisnya yaitu berada di papan atas,” imbuh Bimo.

RD sendiri mengaku lega usai menandatangani kontrak dengan PS Tira. Targetnya pun realistis. Mengingat dua tahun belakangan ini PS Tira nyaris tersingkir dari persaingan papan atas.

“Semua berjalan lancar. Saya siap menjadi bagian dari PS Tira musim depan. Ini amanah kepada saya sebuah kepercayaan kepada saya, bagaimana membuat PS Tira lebih baik musim depan,” kata RD. (gil/jpk/ies/jpc)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.