Internasional

Dua Warga RI Dibunuh di Negara Tetangga

Redaktur:
Dua Warga RI Dibunuh di Negara Tetangga - Internasional

Info Grafis : ANGGA GUMELAR/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pembunuhan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tetangga kembali terjadi. Bahkan dua orang WNI menjadi korban pembunuhan di waktu yang berdekatan. Satu orang terbunuh di Singapura, seorang lagi di Malaysia.

Seorang perempuan asal Indramayu, Jawa Barat berinisial NWS dilaporkan terbunuh pada Minggu (30/12/2018). NWS terbunuh di salah satu kamar di Hotel Dragon, Geylang, Singapura. Jenazahnya saat ini sedang diautopsi di Singapore General Hospital.

Sementara untuk kasus di Negeri Jiran, terjadi pembunuhan kepada seorang perempuan yang diduga berkewarganegaraan Indonesia pada Selasa (1/1/2019). Korban ditemukan di sebuah rumah di Jalan Reko, Kajang, Malaysia dalam keadaan tangan terikat. Informasi terhadap identitas korban saat ini adalah bekerja di toko mebel sebagai sales.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, terkait pembunuhan di Singapura, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait. Dia mengatakan, seorang tersangka berkewarganegaraan Bangladesh telah ditangkap Kepolisian Singapura. ”Kepolisian Singapura telah menangkap seorang pria berkewarganegaraan Bangladesh terkait dengan kejadian tersebut, ” tulis Iqbal melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

The Straits Times melaporkan seorang warga Bangladesh bernama Ahmed Salim, 30, didakwa atas pembunuhan NWS yang dilakukannya pada 30 Januari lalu antara pukul 17.08 sampai 20.12 waktu setempat. Pria tersebut ditangkap 14 jam setelah jenazah NWS ditemukan di tempat kejadian dengan tanda pada leher dan memar di lengannya.

Atas kasus ini, Kemlu telah menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut kepada keluarga NWS di Indramayu. Setelah proses autopsi rampung, jenazah akan dipulangkan kepada keluarganya di Indramayu. Iqbal juga memastikan KBRI akan memantau penanganan kasus tersebut oleh otoritas setempat.

Berdasarkan data KBRI Singapura, NWS mulai bekerja di Negeri Singa sejak 2013. Kontrak kerja terakhir dibuat pada 2016. ”KBRI Singapura akan memantau penanganan kasus ini oleh otoritas Singapura, serta memastikan pemenuhan hak-hak almarhumah,” kata Iqbal.

Jika terbukti melakukan pembunuhan, Ahmed akan menghadapi hukuman mati. Persidangan kasus ini juga ditunda hingga 9 Januari 2019.

Terkait kasus di Malaysia, Satuan Tugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (Satgas WNI) KBRI Kuala Lumpur belum mendapatkan akses terhadap informasi seorang WNI perempuan dibunuh.

”KBRI Kuala Lumpur sudah minta, tetapi belum dapat akses untuk mengkonfirmasi identitas jenazah. Masih dalam penyelidikan Kantor Polisi Kajang. Belum bisa konfirmasi apakah betul korban WNI atau bukan,” ujar Sekretaris I Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur Soeharyo Tri Sasongko, di Kuala Lumpur, kemarin. Misteri hilang seorang pekerja perempuan asal Indonesia karena absen di tempatnya bekerja.

Wakil Kepala Polisi Daerah Kajang Superintendan Mohd Sabri Abdullah mengatakan pihaknya menerima panggilan darurat dari laki-laki setempat yang juga majikan korban menginformasikan menemukan mayat perempuan ditemukan di kamar pada 18.24 waktu setempat, Senin (31/12/2018).

Sabri menerima telepon dari majikan tersebut yang mengatakan bahwa korban berusia sekitar 30 tahun tidak bekerja sejak tiga hari lalu. ”Mayat korban yang juga 'sales girl' di kedai perabot di Jalan Reko ditemui dalam keadaan separuh telanjang dengan kedua tangannya diikat menggunakan kain. Selain mulut, turut disumbat dengan kain,” kata Sabri.

Korban terlihat dilihat pada pukul 21.00 waktu setempat Kamis (27/12/2018). Mayat korban telah diantar ke Rumah Sakit Serdang untuk proses postmortem guna mengetahui penyebab kematian.

”Kewarganegaraan korban sejauh ini juga belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan identitas apapun di lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara informasi bahwa korban adalah WNI diperoleh dari tetangga. KBRI akan berkoordinasi dengan Kepolisian Malaysia guna mengklarifikasi status kewarganegaraan korban.

Sementara itu, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat mengatakan, saat ini tim satgas KBRI masih terus melakukan pengecekan. Menurutnya, terkait kewarganegaraan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. “Kami perlu hati-hati soal kewarganegaraan. Implikasinya banyak soalnya,” pungkasnya. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.