Temui Kabareskrim, Mendagri Dukung KPU Polisikan Pelaku Hoaks Surat Suara Tercoblos

INDOPOS.CO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendukung penuh upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan melaporkan pelaku hoaks 70 juta surat suara tercoblos. 

Ia pun mendatangi Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto guna mensukseskan konsolidasi demokrasi Pemilu 2019. 

“Sebagai mendagri saya meminta resmi kepada Bareskrim mengusut tuntas, mencari siapa yang menyebarkan berita itu,” ujar Tahjo usai menemui Arief di Gedung KKP Gambir Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, beberapa hoaks seperti surat suara tercoblos dan adanya data siluman berjumlah 31 juta telah meresahkan masyarakat. 

Dua hal ini akan mengganggu proses konsolidasi demokrasi Pemilu 2019. Padahal, Tahjo meyakini KPU sudah melaksanakan tugasnya secara transparan, terbuka serta sesuai aturan yang ada. 

“Ini juga menciderai parpol, karena pelaku utama pileg dan pilpres adalah parpol,” tandasnya.

Lebih jauh lagi, Tjahjo sendiri sebagai pembantu presiden, meminta kepada semua pihak unuuk menjaga lambang-lambang negara. Ia tegaskan bahwa racun demokrasi harus dilawan seperti praktik politik uang, kampanye dengan ujaran kebencian dan sara. 

“Harus disetop. Apalagi yang memfitnah lambang negara, saya minta kepada Kabareskrim, siapapun, harus dicari, diusut yang memfitnah Pak Jokowi sebagai presiden. Bukan sebagai capres, tapi sebagai presiden,” pungkasnya. (jaa)

 

Komentar telah ditutup.