Hukum

Tersangka Mafia Bola Dapat Bantuan

Redaktur:
Tersangka Mafia Bola Dapat Bantuan - Hukum

AMBIL SIKAP-Ketum PSSI Edy Rahmayadi didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha saat memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. PSSI akan menyiapkan pengacara untuk tersangka kasus mafia bola Johar Lin Eng. Septianda Perdana/ANTARAFOTO

INDOPOS.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ambil keputusan terhadap para tersangka kasus mafia bola. Kuasa hukum akan disiapkan PSSI untuk membantu Johar Lin Eng yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola. Alasannya, karena Johar masih berstatus anggota Exco PSSI.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya akan mengirimkan kuasa hukum untuk membantu memberi penjelasan kepada Satgas Antimafia Bola. Keputusan itu diambil saat pertemuan antara Edy Rahmayadi dengan para anggota Exco PSSI lainnya di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019). "Kami tadi memutuskan dari awal akan mengirimkan lawyer untuk membantu dan menjelaskan hingga nanti bagaimana keputusan dari in kracht Johar Lin Eng," kata Edy.

Johar Lin Eng ditetapkan sebagai tersangka karena terkait penerimaan suap dari salah satu klub Liga 3 2018, Persibara Banjarnegara. Selain Johar Lin Eng, ada Dwi Irianto selaku anggota Komite Disiplin PSSI yang juga ditetapkan sebagai tersangka dengan permasalahan tersebut. "Setelah in kracht, PSSI baru akan mengambil langkah bagaimana ke depannya," ucap pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara tersebut.

Sementara itu, mantan anggota Exco PSSI lainnya, Hidayat kembali mangkir panggilan Kepolisian, kemarin. Hidayat tercatat sudah dua kali mangkir. Sebelumnya yang bersangkutan tidak datang memenuhi jadwal pemeriksaan yang telah dibuat pada 28 Desember 2018.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Hidayat mangkir tanpa memberikan penjelasan atau konfirmasi apapun ke pihak Kepolisian. "Hidayat tidak hadir, kami sudah panggil dua kali. Tidak ada konfirmasi lebih lanjut," kata Dedi.

Ia menyayangkan tindakan Hidayat itu. Sebab, polisi sudah menangani perkara ini secara persuasif. "Ibu Sekjen (PSSI Ratu Tisha Destria) saja hadir," ucap jenderal bintang satu itu. Namun, pihaknya belum berencana untuk melayangkan panggilan ketiga terhadap Hidayat. Dedi menjelaskan pemanggilan akan dilakukan setelah polisi meningkatkan status kasus yang menyeret Hidayat dari penyelidikan ke penyidikan.

Dalam kasus pengaturan skor, Hidayat diduga menawarkan sejumlah uang terhadap Januar Herwanto selaku manajer Madura FC agar mengalah dan memberikan kemenangan kepada PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Liga 2. Hal itu pernah diungkapkan oleh Januar dalam acara bincang-bincang di program televisi Mata Najwa. "Menunggu peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau penyidikan panggilan dikirim oleh penyidik itu pro justicia," ujarnya.

Jika kasus ini sudah ditingkatkan menjadi penyidikan, Hidayat tidak akan bisa lagi mangkir. Itu berlaku jika dia mangkir kembali dalam panggilan kedua di ranah penyidikan. "Apabila penyidikan tidak hadir dua kali, penyidik punya wewenang melakukan penjemputan," tegas Dedi.

Saat ini, Satgas Antimafia Bola tengah memeriksa Direktur PT Liga Indonesia Baru Risha Adi Wijaya. Namun, Dedi tidak menyampaikan terkait proses pemeriksaan ulang sembilan orang lainnya yang juga dijadwalkan kemarin. Kepolisian ucap Dedi masih memeriksa ahli hukum pidana untuk kepentingan penyusunan konstruksi terkait dugaan pengaturan skor.

Selain memeriksa sejumlah nama, Satgas Antimafia Bola juga masih menyelidiki laporan dugaan pengaturan skor pada pertandingan sepak bola di tanah air. Setidaknya 50 laporan dari 267 yang masuk ke polisi sedang didalami. "Jadi sudah ada 50 (laporan). Ini yang diklarifikasi, diverifikasi, (tak menutup kemungkinan) diinvestigasi nantinya," sebut Dedi.

Penyelidikan ini terbilang awal. Banyak pihak yang masih akan diperiksa baik dari pihak wasit, pemain, klub, dan pihak lainnya. "Ini tingkatnya masih penyelidikan. Apabila diketemukan alat bukti yang cukup akan ditingkatkan penyidikan," pungkasnya.

Terkait pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC, satgas juga masih melakukan penyelidikan secara komprehensif. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menerangkan, Satgas Antimafia Bola masih menggali keterangan sebanyak-banyaknya dari para saksi.

Argo mengatakan polisi telah meminta keterangan 12 saksi terkait pertandingan antara PSS Sleman menghadapi Madura FC termasuk agenda pemeriksaan PT Liga Indonesia Baru. "Hari ini (kemarin, Red.) baru dilakukan penjadwalan ulang. Karena yang bersangkutan meminta jadwal ulang," ujar Ketua Satgas Antimafia Bola itu.

Dari hasil gelar perkara, Satgas Antimafia Sepak Bola meringkus empat tersangka pengaturan skor pertandingan tim Liga 2 dan Liga 3. Para tersangka adalah Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto beserta anaknya Anik Yuni dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau suap, dan pencucian uang, sebagaimana diatur Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (ant/bar)

Berita Terkait

Nasional / Joko Driyono Irit Bicara Usai Jalani Pemeriksaan

Indosport / Buwas Ogah Dikait-kaitkan dengan Ketua PSSi

Liga Indonesia / PSSI Isyaratkan Pemain Perkuat Timnya

Nasional / Pengelolaan Amburadul, PSSI Harus Dibenahi


Baca Juga !.