Lifestyle

Dokter Pastikan Selang Dipakai Satu Kali

Redaktur: Sicilia
Dokter Pastikan Selang Dipakai Satu Kali - Lifestyle

TIDURAN-Sejumlah pasien ginjal kronis sedang melakukan cuci darah dengan mesin hemodialisis. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Alat cuci darah kini sedang jadi perbincangan hangat. Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut RSCM memakai berkali-kali selang cuci darah untuk pasien cuci darah.

Mencegah hoax berkembang dan membuat takut masyarakat, dokter pun angkat bicara soal alat-alat yang digunakan saat cuci darah. Pemerhati Kesehatan dari Rena Medika Klinik Hemodialisa dr Erik Tapan menjelaskan, cuci darah merupakan proses penyaringan zat racun dan sampah dari darah di luar tubuh, arena fungsi ginjal yang menurun. Dia mengatakan, setidaknya ada tiga alat yang digunakan saat proses cuci darah berlangsung.

''Tiga alat tersebut adalah mesin dialisis, dialiser (tabung cuci darah), dan selang dialiser,'' ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (4/1). Mesin dialisis, lanjutnya, penggunaannya dibagi dua berdasarkan kondisi pasien.

Yakni, mesin bagi pasien normal dan mesin bagi pasien penyakit infeksi. Penyakit infeksi dalam hal ini adalah pasien cuci darah yang juga memiliki penyakit hepatitis, HIV, atau AIDS.

Dia menambahkan, mesin yang digunakan pasien infeksi tentunya dipisah dengan pasien non-infeksi. ''Kalau pada klinik atau rumah sakit yang mesinnya tidak banyak, umumnya tidak menerima pasien infeksius. Semua pasien baru, wajib hukumnya diperiksa status infeksinya sebelum memulai proses dialisis. Pemeriksaan ini diulang setiap 6 bulan sekali,'' rincinya.

Kemudian dialiser. Dialiser merupakan tabung tempat proses penyaringan darah berlangsung. 

Dia menjelaskan, ada dua jenis tabung dialiser, yakni tabung yang single use (satu kali pemakaian) dan multiple use (hingga delapan kali pemakaian). Menurutnya, penelitian membuktikan bahwa tidak ada perbedaan hingga delapan kali pemakaian pada tabung dialiser, kecuali tabung tersebut rusak.

''Umumnya RS tipe A menggunakan metode single use, sedangkan tipe B ada yang single use ada yang multiple use, tentu ini yang dibiayai BPJS. Kalau biaya sendiri, pake single use biasanya,'' katanya.

Ketiga yakni selang. Ditegaskan Erik, setiap klinik pencucian darah maupun rumah sakit, baik bagi pasien BPJS maupun pasien mandiri, semua selang digunakan hanya satu kali.

Setelah selang digunakan oleh pasien, selang tersebut akan dibuang. Oleh sebab itu, dengan tegas dia membantah anggapan yang menyebut selang cuci darah digunakan berkali-kali, apalagi hingga 40 orang.

Penggunaan dialiser alias tabung pun meski digunakan beberapa kali, hanya dipakai oleh orang yang sama. ''Jadi dialisernya diberi atau distempel nama pasien. Selesai digunakan, dialiser dicuci sambil (secara otomatis) diperiksa apakah bisa digunakan lagi atau tidak. Jika tidak, meskipun belum tujuh kali, langsung diganti,'' tutupnya. (dew)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.