Ekonomi

BTN Optimistis Wujudkan Proyeksi 2019

Redaktur: Jakfar Shodik
BTN Optimistis Wujudkan Proyeksi 2019 - Ekonomi

PROYEKSI 2019 - Direktur Utama PT BTN Maryono (kiri) dan Komisaris Utama BTN I Wayan Agus Mertayasa kala melaunching logo HUT Bank BTN ke-69 di Jakarta akhir pekan lalu. Foto : Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) bakal menfasilitasi pembiayaan empat juta rumah Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Kerja sama itu diyakini bakal menjadi pemicu perusahaan Berburu reliasasi target pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini.

Dalam kerja sama itu, perusahaan menyediakan fasilitas pembiayaan perumahan baik KPR subsidi dan non subsidi bagi anggota Korpri. Selain itu, juga layanan jasa perbankan, pengelolaan rekening gaji, tunjangan kinerja, penyediaan layanan transaksional melalui toktok.id, korprimart, dan penyediaan fasilitas pembiayaan untuk program Gampang Umroh bagi anggota Korpri. ”Itu salah satu strategi kami memenuhi proyeksi pembiayaan perumahan tahun ini,” beber Direktur Bank BTN Budi Satria akhir pekan lalu.

Perusahaan menilai potensi anggota Korpri mengambil KPR sangat besar. Pasalnya, berdasarkan data Bappenas kurang lebih 945 ribu pegawai negeri tersebar seluruh Indonesia belum memiliki rumah. Itu potensi besar untuk memperkuat pangsa pasar segmen KPR. Khusus KPR Subsidi, diperkirakan 10 persen dari sekitar 945 ribu pegawai negeri  akan dijajaki mengambil KPR Subsidi.

Sisanya, perusahaan mulai tancap gas mewujudkan KPR program ASN, TNI, dan Polri. Khusus program itu, perusahaan memberi skema khusus. Misalnya, kemudahan uang muka, pembebasan biaya administrasi, diskon biaya provisi, dan lain sebagainya. ”Kemudahan uang muka mulai dari nol persen, dengan ketentuan pembayaran angsuran wajib payroll. Kalau DP 2 persen, pembayaran angsuran wajib kolektif potong gaji, dan bagi sanggup membayar DP di atas 5 persen angsuran tidak wajib payroll, dan kolektif potong gaji,” ucapnya.

Selain itu, jangka waktu atau tenor diberikan juga fleksibel hingga 30 tahun sementara batasan usia bagi debitur sampai 75 tahun. Adapun plafon pembiayaan KPR non subsidi diberikan maksimal Rp 1,5 miliar. Dengan kerjasama itu, perusahaan mengawali tahun 2019 dengan optimistis mengingat perusahaan memasang target pertumbuhan kredit dan  pembiayaan di kisaran 15 persen, di atas rata-rata pertumbuhan kredit diproyeksikan hanya berada di kisaran 10-12 persen year on year. (dai)

Berita Terkait

Ekonomi / Pembentukan Jiwasraya Putra Masih Dikaji

Ekonomi / Tingkatkan Kualitas Pengembang Perumahan

Ekonomi / Kejar Target DPK Lembaga, Perkuat Dana Korporasi

Ekonomi / BTN Realisasikan Kredit Rp 523 Triliun

Ekonomi / BTN Patok KPR Rp 7 Triliun


Baca Juga !.