Bola Dunia

Bisanya Nyaris Juara Melulu

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Bisanya Nyaris Juara Melulu - Bola Dunia

Dele Alli, Harry Kane, Christian Eriksen. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Sudah lima musim Mauricio Pochettino melatih klub asal London, Tottenham Hotspur.  Lantas, apa saja trofi yang dipersembahkan Poche? Jawabnya mudah.  Spurs hanya konsisten sebagai pengganggu dalam pacuan persaingan Premier League.  Di pentas domestik lainnya, Poche pada era Spurs,  juga tak pernah menapak podium juara. Mereka hanya ''nyaris'' (almost) meraih gelar ketika tampil di final Piala Liga pada 2015.  Ketika itu, mereka kalah 0-2 dari Chelsea pada final yang berlangsung di Wembley, London. Yang jelas, posisi Pochettino mirip-mirip dengan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Kalau Pochettino nyaris. Klopp lengket dengan julukan Mr Runner-up.

Untuk tahun ini, misalnya, Poche punya peluang mengakhiri dahaga trofi. Sayangnya, mereka harus bentrok dini melawan Chelsea pada leg pertama semifinal Carabao Cup atau Piala Liga di Wembley dini hari nanti WIB (tayangan langsung TVRI pukul 03.00 WIB).

Sekalipun ajang ini adalah peluang pertama Poche meraih gelar, namun dia tak mematok target tinggi.  Eks pelatih Espanyol dan Southampton itu mengatakan,  chairman Spurs Daniel Levy mengontraknya untuk tujuan yang lebih besar.

“Kalau target objektif klub ini hanya Piala Carabao (Piala Liga, red.), dan menjadi tim papan tengah Premier League, mungkin saya tak berada di sini dan berbicara kepada kalian. Mungkin saya sudah dipecat sejak periode sebelumnya,” ucap Poche yang dikutip Goal.

Persoalan trofi, papar pelatih 46 tahun itu,  selalu mengemuka jika timnya selalu gagal mencapai apapun.  Padahal, posisi di klasemen akhir Premier League jauh lebih penting.  Dan, sejak Poche menjadi pelatih Spurs pada musim 2014-2015, hanya pada musim perdana saja dia  gagal membawa finis Spurs di posisi empat besar. Selebihnya runner-up (2016-2017) dan tiga besar (2017-2018, 2015-2016).   “Jika Spurs tak finis di posisi yang kami capai dalam tiga musim terakhir, tapi memenangi Piala FA, saya tak tahu apakah Daniel (Levy) masih sesabar ini kepada saya,” tutur pelatih asal Argentina itu.

Namun, Poche tetap berusaha agar target papan atas dan meraih trofi domestik bisa diraih pada musim ini.  Kebetulan, konfidensi Spurs sedang tinggi-tingginya.  Ini seiring kemenangan telak 7-0 atas Tranmere Rovers di putaran ketiga Piala FA (4/1/2019) lalu. Fernando Llorente jadi hero dengan hat-trick-nya.

Football London memprediksi kalau Poche akan melakukan kombinasi skuad dalam leg pertama semifinal lawan Chelsea ini. Sebab pada matchweek 22 Minggu (13/1/2019) mendatang, Spurs akan menjamu tim yang performanya sedang hot.  Yakni Manchester United. Ibaratnya pertandingan lawan Chelsea ini adalah pemanasan sebelum melawan United.

Kabar baik nya, bek Jan Vertonghen sudah pulih dari cedera hamstring kanan yang diderita selama 26 hari. Kemudian Mousa Dembele sudah bergabung dengan rekan-rekannya pasca cedera engkel kiri selama 71 hari belakangan. Sebaliknya, Chelsea terancam kehilangan Pedro, Willian, dan Olivier Giroud.

Asisten pelatih Chelsea Carlo Cudicini kepada Football London mengatakan, trofi apapun akan sangat berharga buat timnya musim ini. Apalagi, ini adalah musim pertama Maurizio Sarri bersama Chelsea.   “Rasanya selalu spesial jika menang sesuatu pada musim perdana. Kans itu datang pada Februari (bulan final Piala EFL, red.). Setelah meraih trofi, segalanya akan jadi lebih baik hingga akhir musim,” kata Cudicini. (koc/ant)

 

 

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Chelsea Kampiun Liga Europa

Bola Dunia / Ini Perkiraan Susunan Pemain Chelsea vs Arsenal

Bola Dunia / Hazard Ingin Beri Chelsea Kado Istimewa

Bola Dunia / Ketiga Pilarnya Cedera, Bikin Chelsea Pesimistis


Baca Juga !.