Depok

Tangkal Pencemaran, Bentuk Satgas OTT Ciliwung

Redaktur: Syaripudin
Tangkal Pencemaran, Bentuk Satgas OTT Ciliwung - Depok

REVITALISASI - Pembuatan tanggul Sungai Ciliwung di wilayah Kota Bogor. Foto : sofiansyah/radar bogor/indopos group

INDOPOS.CO.ID - Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai merealisasikan program penataan kawasan pemukiman di sekitar Sungai Ciliwung. Salah satunya dengan membangun jamban di pemukiman sekitar Ciliwung.

Tujuannya untuk membentuk daerah-daerah wisata baru.  Selain itu, akan dibentuk pula Satuan Petugas (Satgas) Operasi Tangkap Tangan (OTT) sampai Ciliwung.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sudah menginstrusikan agar semua aparatur pemerintahan Kota Bogor fokus memperbaiki kualitas hidup rumah di sekitar Sungai Ciliwung di Kota Bogor.

”Kami akan bangun fasilitas MCK, IPAL dan lainnya. Diinstruksikan untuk patroli sekitar Sungai Ciliwung oleh aparatur wilayah. Lalu, anggaran dinas terkait diarahkan ke situ juga,” katanya.

Bima melanjutkan, saat ini aparatur wilayah sudah melakukan pendataan atau mapping wilayah mana yang bisa di intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mana wilayah yang diintervensi anggaran pemerintah pusat dan mana dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Untuk menopang program revitalisasi sepanjang aliran Sungai Ciliwung, kami telah membentuk Satgas OTT pembuang sampah sembarang kesungai. Tim ini akan bergerak dan bertugas,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Een Irawan Putra, mengatakan untuk merealisasikan program itu digagas program Kopi Pinggir Kali. Hal itu sejalan dengan program naturalisasi Sungai Ciliwung yang juga diharapkan bisa menumbuhkan tujuan wisata baru di sempadan sungai.

"Dalam naturalisasi Ciliwung salah satu misinya munculnya lokasi-lokasi ekowisata baru. Salah satunya lokasi tempat ngopi di pinggir kali itu,” bebernya.

Een menjelaskan, kopi pinggir kali juga upaya dalam mengedukasi masyarakat mengenai cara mengelola sempadan sungai secara baik sebagai tempat wisata.

Dampak ekonomi dari kegiatan wisata di sempadan sungai diharapkan bisa membangkitkan kesadaran warga menjaga sungai dan lingkungan sekitarnya.

”Menumbuhkan kesadaran masyarakat sebagai pemilik sungai, sehingga timbul rasa untuk menjaga dan merawatnya, enggan merusaknya, termasuk membuang sampah ke dalam sungai,” pungkasnya. (ads/c/yok/py)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.