Wanita

Januhairy, Gerakan Pamer Bulu Ketiak Wanita

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Januhairy, Gerakan Pamer Bulu Ketiak Wanita - Wanita

PERCAYA DIRI - Gerakan Januhairy dimulai oleh Laura Jackson, 21, dari Warwickshire, Inggris. Foto : themindunleashed.com

INDOPOS.CO.ID - Sebulan penuh kampanye gerakan Januhairy dimulai. Dukunganpun ditunjukkan oleh banyak wanita di seluruh dunia melalui media sosial. Gerakan ini dimulai oleh Laura Jackson berusia 21 tahun dari Warwickshire, Inggris sejak awal bulan ini untuk membantu para wanita menerima dan mencintai rambut alami mereka. Gerakan ini juga dibuat untuk meningkatkan dana amal program edukasi ”Body Gossip” yang mirip dengan gerakan Movember.

Beberapa hari sejak dimulai, banyak wanita dari Brazil sampai Romania mengikuti gerakan ini. Yakni,  dengan membagikan foto mereka melalui media sosial dengan hashtag #Januhairy yang hingga kini telah mencapai 2.300 postingan di Instagram. Selain memamerkan bulu halus di ketiak, banyak juga yang memamerkan bulu kaki mereka. Mereka juga mengatakan untuk tidak perlu malu menujukkan sebuah kecantikan alami.

”Saya meyakini keputusan saya untuk bercukur hanya karena saya ingin, bukan karena kalian berpikir saya menjijikkan. Saya yakin wanita bisa #sexy dengan atau tanpa #bulukaki. Karena laki-laki juga bisa #sexy dengan #bulu ataupun #tanpabulu #vloggerromania #bulukaki #kebebasan #bebaskandirikalian,” ujar seorang pengguna Instagtram.

Pengguna instagram lainnya berbagi foto dengan keterangan. ”Saya bergabung untuk #Januhairy – Jadikan 2019 sebagai tahun bagi para wanita untuk tidak malu menunjukkan bulu alami mereka. Saya camkan, jika Anda merasa terganggu, itu bukan masalah saya, itu masalah Anda, silahkan Anda berkemas dan pergi. Jika Anda berpikir hal ini menjijikkan untuk saya tetapi baik-baik saja untuk pria, maka Anda harus mencek status seksisme Anda,” ungkapnya.

Berdasarkan sebuah penelitian pada 2017, wanita menghabiskan 6.500 Poundsterling dan delapan minggu dari kehidupan mereka untuk bercukur. Angka pengeluaran bahkan dapat berlipat ganda jika Anda melakukan waxing. Bayangkan berapa banyak hal yang dapat kita lakukan dengan uang tersebut? Begitu banyak waktu yang dapat digunakan untuk pergi berlibur, makan dan berkumpul dengan sahabat Anda. Apakah hal itu benar-benar layak.

Laura, yang merupakan mahasiswa Universitas Exter, mengatakan bahwa idenya datang ketika ia memanjangkan bulunya untuk sebuah pertunjukkan. “Meskipun saya merasa bebas dan percaya diri dengan hal ini, banyak orang-orang di sekitar saya tidak paham dan tidak setuju dengan alasan saya untuk tidak bercukur,” ungkap mahasiswa drama tahun ketiga tersebut. “Saya yakin bahwa masih ada banyak hal yang dapat dilakukan agar setiap orang dapat menerima orang lain sepenuhnya.” Dia harap bisa mengumpulkan 1,000 Poundsterling untuk mendanai program edukasi ‘Body Gossip’ yang mengajarkan anak-anak muda tentang gambaran tubuh.

Laura mengawali gerkan Januhairy dengan memposting foto ketiaknya di Instagram dan menuliskan: “Setelah beberapa minggu terbisa dengan hal ini, saya mulai menyukai ‘bulu alami’ saya. Saya juga menyukai berkurangnya hari-hari tak menyenangkan untuk bercukur.”

Namun, tidak semua orang memiliki respon positif terhadap gerakan ini. meskipun Laura mengatakan bahwa ia merasa terbebaskan dengan gerakan ini, banyak orang sekitarnya yang tidak memahami alasan ia tidak bercukur. “Ketika saya mulai memanjangkan bulu, ibu saya bertanya, ’kamu itu seorang pemalas atau memang sedang ingin membuktikan sesuatu?’”  Mengapa kita harus dikatakan pemalas ketika kita tidak bercukur? Dan kenapa kita harus membuktikan sesuatu?” Setelah berbicara dengan ibunya tentang gerakan tersebut, ibu Laura kini telah bergabung dengan gerakan Januhairy yang dikatakan sebagai sebuah ‘tantangan besar’ untuknya.

Tidak semua pengguna media sosial setuju dengan gerakan ini. Seseorang menuliskan ”kenapa mereka berpikir untuk membuat diri mereka jelek dan berantakan dapat membuktikan sesuatu?” Ada pula yang mendukung dengan menuliskan “Saya suka ini! terima kasih telah berbagi pengalamanmu. Saya sudah berhenti mencukur bulu saya sejak dua tahun lalu, lalu suatu hari saya sadar dan tidak terlalu peduli tentang bagaimana saya terlihat. Jadi untuk apa saya ‘repot’ dengan hal yang tidak diharapkan pria? Orang-orang seringkali ingin mengetahui alasan saya memanjangkan bulu saya layaknya menunggu sebuah pengakuan politik, tetapi tak ada seorangpun yang harus memberikan alasan  karena mereka memang tumbuh alami.”

Seorang mahasiswa Universitas Exter yang juga bergabung dalam gerakan Januhairy, India Howland, mengatakan wanita tidak perlu merasa lebuh rendah hanya karena memiliki bulu tubuh.“Saya mendengar para wanita meminta maaf karena memiliki bulu kaki. Tetapi setiap orang dapat menunjukkan feminitas mereka dalam bentuk yang mereka inginkan, tidak ada seorangpun yang harus dipaksa bercukur. Ini adalah sebuah pilihan.” ungkap mahasiswa berusia 22 tahun asal Lymington, Hampshire tersebut.

Laura menambahkan bahwa proyeknya bukan merupakan sebuah kampanye kemarahan bagi orang-orang yang tidak mau melihat bulu alami yang sesungguhnya. Gerakan ini adalah sebuah proyek pemberdayaan bagi semua orang agar dapat melihat baik melalui sudut pandang mereka maupun orang lain.” jelasnya. (fay)

Berita Terkait


Baca Juga !.