Internasional

Saudi Minta Turki Berikan Bukti-bukti Pembunuhan

Redaktur: Achmad Sukarno
Saudi Minta Turki Berikan Bukti-bukti Pembunuhan - Internasional

Jamal Khashoggi

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi menggelar hearing perdana kasus pembunuhan Jamal Khashoggi pada Kamis (3/1/2019). Ada sebelas terdakwa yang dihadirkan dalam sidang di pengadilan kriminal ibu kota itu.

Sayang, tidak ada satu pun nama yang dipublikasikan ke media. Saudi Presss Agency (SPA) hanya menegaskan bahwa seluruh terdakwa didampingi pengacara masing-masing.

’’Jaksa penuntut umum menuntut hukuman mati untuk lima di antara sebelas terdakwa.’’ Demikian bunyi kutipan tertulis pernyataan jaksa sebagaimana dilansir Reuters. Sebelas terdakwa yang diajukan ke pengadilan itu merupakan bagian dari 21 orang yang ditangkap polisi setelah Saudi mengakui pembunuhan Khashoggi.

Setelah hearing tersebut, pengacara setiap terdakwa meminta salinan dakwaan dari pengadilan. Mereka juga meminta tambahan waktu untuk merespons tuntutan jaksa. Sebab, mereka perlu membahas dakwaan tersebut dengan klien masing-masing. Mereka juga akan mempertimbangkan tuntutan jaksa. Tidak dijelaskan kapan sidang lanjutan digelar.

Kamis lalu kantor jaksa penuntut umum Saudi menyatakan bahwa mereka telah menyurati kantor kejaksaan Turki terkait dengan perkembangan kasus Khashoggi. Dalam surat yang dilayangkan pasca-hearing, Saudi meminta Turki memberikan bukti-bukti pembunuhan kolumnis Washington Post tersebut.

Hearing perdana kasus pembunuhan Khashoggi itu menuai respons negatif dari para aktivis HAM. Menurut Ravina Shamdasani, jubir Komisi HAM PBB, menyidangkan para terdakwa saja tidaklah cukup. Apalagi, pihak luar tidak bisa ikut mengawasi proses hukum yang berjalan. Sebab, Saudi sangat tertutup.

’’Komisi HAM PBB selalu menentang hukuman mati,’’ tegas Shamdasani.
Dia mengecam tuntutan hukuman mati terhadap lima di antara sebelas terdakwa yang Kamis lalu menjalani hearing. Dia mendesak Saudi membuka diri dan mengizinkan tim independen atau lembaga internasional terlibat dalam penyelidikan internal tersebut. Dengan demikian, Saudi bisa menepis kecurigaan publik.

Bagi mereka yang ingin mengungkap kebenaran di balik pembunuhan keji wartawan Saudi tersebut, hukuman mati adalah kerugian. Para terdakwa yang dijatuhi hukuman mati tidak akan bisa lagi buka mulut untuk membeberkan kebenaran. Bisa jadi, pembunuhan keji di Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu akan menjadi misteri untuk selamanya. Apalagi, sampai sekarang, jenazah Khashoggi belum ditemukan.

Pemeritah Saudi berusaha sekuat tenaga menepis isu keterlibatan Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dalam kasus pembunuhan yang menyedot perhatian dunia tersebut. Meski mereka yang tergabung dalam tim yang mencabut nyawa Khashoggi pada 2 Oktober lalu itu adalah orang-orang dekat MBS, Saudi tetap melindungi sang putra mahkota tersebut.

’’Sampai ada keterlibatan lembaga internasional, mereka yang mengecam Riyadh tidak akan menanggapi proses peradilan secara serius,’’ ungkap H.A. Hellyer, peneliti senior Atlantic Council and Royal United Services Institute di London, seperti dikutip The Independent.

Campur tangan MBS dalam kasus pembunuhan Khashoggi terlihat jelas. Selain tim eksekutor yang merupakan orang-orang dekatnya, MBS terlibat dalam proses cuci tangan pasca kejadian. Dia menunjuk sendiri jaksa penuntut Saud Al Mojeb sebagai penanggung jawab kasus Khashoggi. (jpc)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.