Internasional

Inggris Butuh 3,1 Juta Rumah Sosial

Redaktur: Achmad Sukarno
Inggris Butuh 3,1 Juta Rumah Sosial - Internasional

GREENFELL TOWER - Kebakaran di salah satu kawasan tertingal di London pada 2017 itu memicu kemarahan publik, termasuk para pegiat menuding pemerintah secara berturut-turut mengabaikan kelangkaan perumahan. Foto: Afp

INDOPOS.CO.ID - Inggris memerlukan 3,1 juta rumah baru dalam 20 tahun ke depan untuk mengatasi krisis perumahan. Suatu komisi dibentuk di tengah kesadaran setelah bencana kebakaran Menara Grenfell, demikian dilaporkan, Selasa (8/1/2019).

Kebakaran yang menewaskan 71 orang korban dalam blok sosial di salah satu kawasan tertingal di London pada 2017, memicu kemarahan, di mana para pegiat menuding pemerintah secara berturut-turut mengabaikan kelangkaan perumahan.

Dana penampungan tuna - wisma mengajak kelompok Grenfell dan pengacara dari berbagai pihak serta pakar perumahan untuk menyusun rekomendasi yang akan diserahkan ke para pemimpin politik pada Selasa termasuk di antaranya program pembangunan perumahan dalam 20 tahun.

"Komisi merancang rencana pembangunan perumahan sosial untuk mengatasi krisis yang menghadang," kata Greg Beales, direktur kampanye penampungan, kepada Yayasan Thomson Reuters.

"Membangun dalam skala ini akan memberikan harapan bagi semua orang yang sangat berjuang menghadapi situasi perumahan."
Rekomendasi tersebut meliputi pula 1,27 juta rumah bagi mereka yang sangat memerlukan rumah, misalnya para penyandang disabilitas, 1,17 juta orang yang "terikat" pada penyewa yang terancam sepanjang hidup dalam ketidakamanan menyewa rumah serta 690.000 bagi penyewa rumah tua.

Menteri Perumahaan James Brokenshire mengatakan, menyediakan rumah sosial yang layak menjadi "prioritas pemerintah" yang akan memberikan 250.000 rumah yang terjangkau hingga 2022, termasuk rumah sosial sewa.

Inggris mengalami kelangkaan perumahan sosial sejak 1980-an ketika pemerintah mengizinkan para penyewa membeli rumah dengan harga dasar tanpa mengganti saham.

Sejak itu, bertahun-tahun kekurangan pembangunan, peningkatan persewaan dan pemangkasan keuntungan rumah sosial telah menimbulkan masalah perumahan.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, pemerintah akan membangun 300.000 rumah lebih dalam setahun hingga tahun 2020 untuk mencoba mengatasi kelangkaan perumahan yang makin meluas dan menyebabkan harga melambung.

Sasaran tersebut agaknya belum mampu mengatasi krisis perumahan dan Tempat Penampungan mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan jangka panjang misalnya peraturan baru dan standar yang dapat menyokong perumahan sosial.

"Daya jangkau terhadap rumah telah mengurung banyak keluarga untuk bisa mendapat kehidupan layak," ujar Campbell Robb, kepala Yayasan Joseph Rowntree, organisasi yang berkarya untuk penghapusan kemiskinan di Inggris.

Jutaan keluarga tersingkir ke sudut, membuat mereka harus berjuang setiap hari untuk hidup.

Ketidakmampuan untuk memperoleh perumahaan juga mendorong pertumbuhan tuna wisma setiap tahun, yang menurut dana perumahan, ada sekitar 80.000 keluarga tinggal di rumah sementara, termasuk sekitar 120.000 anak, seperti data pada pemerintah.

Laporan itu yang juga diikuti oleh konsultasi umum, juga merekomendasikan regulator baru untuk menerapkan standar bersama dan serikat nasional yang mewakili para penyewa rumah sosial.(ant)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.