Lifestyle

Ini Penyebab Ketombe yang Jarang Diketahui

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Ini Penyebab Ketombe yang Jarang Diketahui - Lifestyle

RONTOK-Ilustrasi ketombe. FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Ketombe merupakan salah satu masalah rambut yang sering kali dikeluhkan. Karena selain menggangu penampilan, ketombe juga menimbulkan perasaan tidak nyaman. Penyebab ketombe bisa bermacam-macam dan jarang diketahui. Tapi, Anda perlu mengetahuinya agar bisa melakukan upaya pencegahan.

Dilansir dari Alodokter.com, saat ada ketombe pada kulit kepala, tingkat kepercayaan diri seseorang biasanya menjadi berkurang. Kondisi ini ditandai dengan adanya serpihan kulit kepala yang diikuti dengan keluhan gatal. Serpihan putih tersebut dapat terakumulasi di rambut dan jatuh ke area bahu, sehingga merusak penampilan.

Pada dasarnya, kulit secara konstan memproduksi sel-sel kulit baru dan melepaskan sel-sel lama untuk menjaga kesehatan. Ketombe dapat terjadi ketika siklus pergantian kulit ini meningkat.

Dari segi gender, laki-laki lebih sering mengalami ketombe dibanding dengan wanita. Selain itu, seseorang yang memiliki kecenderungan rambut lebih berminyak atau mengidap penyakit tertentu (seperti penyakit Parkinson atau HIV) juga memiliki risiko yang lebih besar mengalami kondisi ini.

Sebenarnya, penyebab pasti dari munculnya ketombe belum diketahui, tetapi berbagai faktor dapat meningkatkan risiko kemunculan ketombe tersebut. Kondisi rambut yang berketombe tidak berkaitan dengan higienitas yang buruk, namun teknik mencuci dan menyisir rambut dapat menjadi salah satu faktor terkelupasnya kulit kepala yang lama.

Salah satu teori bahkan menghubungkan ketombe dengan produksi hormon karena seseorang yang mengalami pubertas biasanya pun muncul masalah ketombe pada rambut dan kepala kulitnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penyebab dari ketombe yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Kulit yang teriritasi dan berminyak. Kondisi ini akan menyebabkan dermatitis seboroik (bentuk ketombe yang lebih parah). Bagi Anda yang memiliki jenis rambut berminyak, gunakanlah jenis sampo yang mendukung pengurangan produksi minyak tersebut.

2. Malas menyisir rambut. Karena dengan menyisir rambut, sebenarnya dapat membantu pergantian kulit yang normal.

3. Jarang keramas. Jika Anda tidak mencuci rambut secara rutin, sel-sel kulit akan menumpuk dan menimbulkan serpihan yang terasa gatal.

4. Infeksi jamur malassezia yang menyebabkan pertumbuhan sel kulit berlebih. Jamur ini kemudian juga akan memakan minyak yang terdapat pada kulit kepala.

5. Orang dengan tipe kulit kepala yang kering. Jenis kulit kepala ini cenderung untuk mengelupas dan kemudian timbul rasa gatal. Ketombe pada tipe ini biasanya berukuran lebih kecil dan tidak berminyak. Mengembalikan kelembapan pada kulit kepala dapat mengurangi rasa gatal yang ada.

6. Produk perawatan rambut tertentu dapat memicu kulit kepala merah, gatal, dan mengelupas. Kondisi ini dikenal sebagai dermatitis kontak. Jika penggunaannya tak segera dihentikan kulit kepala akan mengalami iritasi yang kemudian memicu timbulnya ketombe.

7. Kondisi kulit tertentu seperti psoriasis, eksim, dan lainnya cenderung mengalami ketombe lebih sering dibanding yang lain. Selain itu, infeksi jamur seperti Tinea capitis juga dapat menyebabkan ketombe.

8. Penyakit Parkinson dan kelainan neurologis lain juga cenderung menyebabkan ketombe dan dermatitis seboroik.

9. Kurangnya konsumsi zink, vitamin B dan beberapa jenis lemak dapat meningkatkan risiko mengalami ketombe. Jadi, mulai sekarang perbanyak asupan bahan makanan yang mengandung kedua zat tersebut.

10. Pada beberapa orang, stres bahkan dapat memicu atau bahkan memperparah ketombe. Hal ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Gatal dan serpihan akibat ketombe mungkin bisa diatasi dengan shampo dan pengobatan yang dijual bebas di pasaran. Namun, bila ketombe tak kunjung membaik, Anda disarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mengetahui penyebab ketombe yang ada. Biasanya dokter akan memberikan terapi untuk menghentikan ketombe dengan memperlambat reproduksi sel kulit atau meniadakan produksi jamur yang mungkin menjadi penyebabnya. (zbs)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.