Nusantara

Jateng Berencana Adopsi Sistem di Jepang

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Jateng Berencana Adopsi Sistem di Jepang - Nusantara

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengadopsi sistem perusahaan di Jepang sebagai upaya meningkatkan kualitas pekerja asal Jateng sehingga mampu bersaing.

"Standar yang diterapkan Jepang sangat tinggi, untuk itu saya berkeinginan mengadopsi sistem yang digunakan oleh sejumlah perusahaan di Jepang untuk menyiapkan lebih dini tenaga kerja dari Jateng agar lebih siap kerja dan bukan magang lagi," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu.

Menurut Ganjar, pengadopsian sistem dari Jepang tersebut dapat diterapkan sebagai bagian dari kurikulum sekolah menengah kejuruan sehingga ke depannya seluruh SMK di Jateng dapat menerapkan kurikulum yang berbasis kebutuhan dunia kerja internasional, salah satunya Jepang.

Politikus PDI Perjuangan itu juga berharap pengadopsian sistem kerja perusahaan asing di SMK Jateng dapat dilakukan secepatnya agar dapat memangkas proses dan waktu pelatihan calon tenaga kerja.

"Kami ingin siapkan tenaga SMK itu untuk bisa magang dan bekerja tidak hanya di Jepang, namun di berbagai negara lain di dunia karena kami ingin lulusan SMK di Jateng dapat go internasional," ujarnya.

Ganjar menyebutkan pengadopsian sistem dari Jepang juga akan membuat kesempatan kerja para tenaga kerja asal Jateng semakin terbuka dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di negara tujuan.

Dengan sistem yang dibangun dengan baik sejak dini, lanjut dia, maka diharapkan tenaga kerja asal Jateng dapat menduduki jabatan-jabatan strategis."Jadi kami berharap mereka jadi tenaga ahli, bukan tenaga yang bekerja di bidang domestik dan bagian belakang," katanya. (ant/gin)

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / May Day di Jateng, Buruh Jadi Raja Seharian

Nusantara / 2018, Sebanyak 3.661 Janda di Semarang

Nusantara / KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan Perdana Tahun 2019

Nusantara / Pemerintah Diminta Percepat Rehabilitasi Lombok

Nusantara / Ratusan Kepala Suku Akan ke Istana, Warga Papua Mau Silaturahmi

Nusantara / Pelayaran Kolaka–Bajoe Ditutup Sementara


Baca Juga !.