Internasional

Aliansi Lintas Partai Lanjutkan No-Deal Brexit

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Aliansi Lintas Partai Lanjutkan No-Deal Brexit - Internasional

Ilustrasi bendera Uni Eropa.FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris Theresa May manghadapi perang parlementer. Aliansi lintas partai begitu kuat bertekad untuk mencegah Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Mantan loyalis terpercaya Sir Oliver Letwin mensinyalir dirinya dan senior konservatif lainnya akan mencegah kacamuk yang terjadi. Berulang kali jika perlu, demi menghindari no-deal Brexit, setelah pemerintah menghadapi kekalahan memalukan pada debat tentang tagihan keuangan di the Commons.

Letwin dan 16 mantan menteri pemerintahan merupakan anggota dari 20 konservatif yang bersatu dengan ketua komite seleksi urusan rumah tangga, Yvette Cooper, dan serikat pekerja untuk meluluskan amandemen anti no-deal.

Mereka mengalahkan pemerintah dengan 303 suara yang menjadikan May sebagai perdana menteri pertama dalam 41 tahun yang kalah saat pengambilan suara di tagihan keuangan pemerintah. Gerakan tersebut terjadi setelah PM mengaku kepada menteri senior bahwa ia dipastikan kalah pada voting bersejarah Brexit minggu depan, saat pertemuan kabinet pertama tahun baru terungkap kepada divisi bagian dalam tentang cara terbaik untuk keluar dari jalan buntu ini.

May mengatakan kepada kabinetnya bahwa ia akan secara cepat merespon dengan sebuah pernyataan kepada dewan perwakilan jika ia gagal memenangkan dukungan MP untuk kesepakatannya selasa depan. Tetapi sumber dari kabinet mengatakan belum jelas langkah mana yang akan ia ambil dan keadaan saat ini adalah tentang bagaimana pemerintah akan ‘berkemas’.

Beberapa menteri yang anti no-deal Brexit termasuk David Gauke, Amber Rudd, dan Greg Clark, menggunakan pertemuan tersebut untuk menekankan pentingnya menghindari no-deal Brexit. Rudd mengatakan hal itu dapat berati menjangkau dewan perwakilan.

Rudd mengatakan pada koleganya, “Kita harus menemukan titik tengah lebih dari apapun, menjangkau dewan, dan menemukan persetujuan mayoritas. Apapun yang dibutuhkan demi legislasi.”

Namun, ketua dewan perwakilan, Andra Leadsom, menurunkan resiko no-deal dengan bergabung bersama May dengan menolak ide yang telah mendapatkan traksi di Westminster beberapa hari lalu tentang perpanjangan pasal 50.

Leadsom mengatakan dia akan menolak daftar legislasi yang perlu untuk memperpanjang pasal 50, sehingga May dapat menghentikannya jika ia ingin mengejar peraturan tersebut. Tetapi pembangkangan hari selasa oleh loyalis konservatif terdahulu menggaris bawahi keyakinan parlemen untuk mengambil alih proses Brexit selanjutnya.

Letwin memberikan pidato emosional yang mengatakan dia hampir tidak pernah melawan partai ini, memperjelas voting hari selasa sebagai langkah pertama pada usaha bersama parlemen untuk mengikat pemerintah di hari Brexit. “Mayoritas dewan pada malam ini menyatakan untuk menahan diri. Kami tidak akan membiarkan no-deal Brexit terjadi di akhir Maret,” ungkapnya.

Pimpinan tenaga kerja, Jeremy Corbin, mengatakan bahwa voting tersebut merupakan langkah penting untuk mencegah no-deal Brexit. “ini menunjukkan bahwa tidak ada mayoritas di parlemen, kabinet, ataupun negara untuk keluar dari UE tanpa kesepakatan. Karena itu kami mencoba berbagai cara di parlemen untuk mencegah no-deal tersebut. Theresa kini harus mengesampingkan no-deal untuk selamanya,” ungkapnya.

Pada kabinet hari selasa sebelumnya sekertaris lingkungan, Michael Gove, memperingatkan tentang terlalu banyaknya MP yang bertahan pada kesepakatan Brexit yang ideal bukannya menghadapi kenyataan bahwa tidak ada alternatif pada pendekatan May.

Sebuah sumber membandingkan harapan MP untuk kesepakatan yang lebih baik sama seperti “mengharapkan Scarlet Johansson atau Pierce Brosnan untuk ikut pesta paruh baya,” ungkap Rudd. Gauke, menteri kehakiman, kemudian membandingkan posisi pekerja Brexit seperti Johansson menaiki unicorn, ungkap sumber dari Whitehall.

Clark menekankan determinasi berlawanannya terhadap no-deal Brexit pada hari selasa. Mengatakan kepada MP. “Saya telah dengan sangat jelas merepresentasikan pandangan dari bisnis kecil atau besar bahwa tidak ada kesepakatan yang harus dipikirkan.”

Perdana Menteri diharapkan untuk mengumumkan jaminan kesepakatannya di hari yang akan datang, termasuk peningkatan peran parlemen dalam menyusun langkah negosiasi selanjutnya terhadap hubungan Inggris selanjutnya dengan UE. Downing Street juga mengharapkan UE27 untuk penulisan jaminan tentang penyokong Irlandia yang terbukti menjadi aspek paling kontroversial dari perjanjian keluar diantara para Brexiter.

Namun, mereka tampaknya akan gagal untuk secara hukum mengikat perubahan perjanjian penarikan yang dituntut Partai Persatuan Demokrasi. Menteri urusan UE Prancis, Nathalie Loiseau, pada hari selasa mengatakan, “Terkait dengan penyokong Irlandia, tidak ada yang mau mengaktivasinya, ini merupakan jaminan politik. Tapi tidak ada lagi yang dapat kami lakukan,” ucapnya. Loiseau juga menekankan bahwa kesepakatan yang akan di vote MP minggu depan dapat merepresentasikan kemungkinan perjanjian ‘terbaik’ dan ‘satu-satunya’.

Para MP konservatif cenderung memberikan suara untuk amandemen no-deal pada selasa malam, meskipun terdapat rumor bahwa pemerintah akan mengizinkan. Secara terpisah, beberapa kabinet Brexiters percaya May akan keluar tanpa kesepakatan atau berpaku pada adat permanen union atau keanggotaan pasar tunggal. Namun, pada voting hari selasa menyarankan MP untuk tidak membiarkan hal itu terjadi.

Sebelum pemungutan suara, perdana menteri telah memanggil para MP yang berasal dari para pekerja atau partai oposisi yang telah memaksanya untuk menghentikan no-deal. Mereka yang hadir megatakan bahwa perdana menteri mencoba untuk menjual perjanjian Brexitnya. Ia berargumen bahwa no Brexit akan ‘memberikan konsekuensi serius terhadap demokrasi kita’ dan bahwa cara terbaik untuk menghindari no-deal yaitu dengan ‘kembali pada kesepakatan’.

Seorang MP pekerja mengatakan setelah pertemuan bahwa dia lebih khawatir terhadap no-deal setalah mendengar peringatan dari beberapa MP akan resiko di wilayah pemilihan mereka. Mereka yang berada di balik kesuksesan amandemen mengakui hal ini mungkin akan memberikan sedikit efek material pada persiapan no-deal. Sebaliknya tujuannya telah sangat mengherankan MP di dewan dan membuktikan bahwa terdapat mayoritas parlementer yang menolak no deal. Para pembangkang mengatakan mereka dapat mencoba merubah setiap bentuk legislasi yang pemerintah berikan pada parlemen mulai saat ini hingga maret.

Cooper berbicara di the Commons mengatakan MP di dewan perwakilan setuju akan bahaya no-deal. “Saya khawatir kita akan mengahdapi kegentingan dan parlemen tidak akan mempunyai kuasa untuk menghentikan terjadinya hal ini. Saya pikir kita semua mempunyai tanggung jawab untuk melakukan sesuatu,” ucapnya.

Letwin yang selama pidatonya terdengar hampir menangis berkata bahwa dia akan melawan dorongan konservatif. “Saya akan memberikan suara melawan pemerintahan saya sendiri, sangat-sangat bertentangan dengan keinginan saya sendiri, dan saya akan tetap melakukan hal yang tepat hingga akhir maret berharap kami dapat menghentikan proposal yang menghancurkan ini.”

Pemerintah pada hari selasa mengkonfirmasi bahwa akan ada lebih dari lima hari debat terkait kesepakatan Brexit di mulai hari rabu yang dibuka oleh sekertaris Brexit, Steve Barclay. Namun, pergerakan bisnis yang diajukan pemerintah menyarankan untuk secara efektif melanjutkan debat yang terhenti pada 10 Desember ketika May mengakui dia akan kalah dengan margin yang signifikan.(fay)

Berita Terkait

Internasional / USD di Inggris Menguat Setelah Parlemen Tolak Brexit

Internasional / USD Anjlok Jelang Pemungutan Brexit

Internasional / PM Ingris Ditinggal Empat Menterinya

Internasional / Polisi Gagalkan Rencana Pembunuhan Perdana Menteri Inggris

Internasional / Masa Suram Inggris dan Pro-Kontra Brexit


Baca Juga !.