Megapolitan

Ribuan Homoseksual di Kabupaten Tangerang Terpapar AIDS/HIV

Redaktur: Redjo Prahananda
Ribuan Homoseksual di Kabupaten Tangerang Terpapar AIDS/HIV - Megapolitan

INDOPOS.CO.ID - Pemkab Tangerang menyebut pengidap Acquired Immuno Deficiency Syndrome atau Human Immunodeficiency Virus (AIDS/HIV) bertambah tiap tahun.

Angka ini meroket seirimg pergaulan bebas di masyarakat merebak. Ironis, penularan virus mematikan itu berasal dari kaum homoseksual dan penyuka sesama jenis.

Direktur RSU Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni Lestari mengatakan, penularan AIDS/HIV meningkat karena pergaulan bebas. Kasus ini menyasar semua lapisan warga di seluruh kecamatan.

"Tahun ini peningkatan penularan AIDS/HIV sangat tinggi. Itu tadi karena perkembangan daerah ini memicu aksi pergaulan bebas di masyarakat. Yang sekarang mencuat ini penularannya terjadi oleh pasangan homoseksual," kata dia, Kamis (10/1/2019).

RSU Kabupaten Tangerang mencatat pada 2018 pasien pengidap AIDS/HIV mencapai 13 ribu orang, dari jumlah ini 1.000 di antara mereka merupakan homoseksual. Pada 2017 jumlah penderita AIDS/HIV mencapai 12 ribu orang, dari jumlah ini 986 homoseksual tertular.

Naniek mengklaim, dalam satu bulan RSU Kabupaten Tangerang telah melayanai 800 pasien terjangkit virus mematikan itu. Mayoritas penderita merupakan penyuka sesama jenis, sampai mantan pecandu dan pengguna narkoba . Mereka tertular melakui jarum suntik.

"Sudah jelas memberikan petunjuk bahwa penderita di kota ini meningkat di kalangan homoseksual. Kalau dibilang terkejut sudah pasti," papar dia.

Mantan Kadinkes Kabupaten Tangerang ini melanjutkans, prostitusi terselubung juga memicu penularan AIDS/HIV di wilayah Provinsi Banten ini.

Naniek mengaku, telah berupaya keras mencegah peningkatan penularan AIDS/HIV di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, seperti malakukan sosialisai penggunaan kondom, dan juga pengecekan kesehatan setiap bulan.

Dinas Provinsi Banten juga telah menggandeng sejumlah pihak untuk menurunkan penularan virus mematikan tersebut.

“Mulai dari ulama, Dinkes sampai KPA Kabupaten dan Provinsi. Selain itu kami persiapkan obat bagi pasien pengidap AIDS/HIV. Mudah-mudahan di tahun mendatang penularan ini menurun," imbuh dia.(cok)

Berita Terkait


Baca Juga !.