Headline

Keluhan Pengemudi Ojol Jadi Priositas Penyusunan RPM

Redaktur: Ali Rahman
Keluhan Pengemudi Ojol Jadi Priositas Penyusunan RPM - Headline

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi. Foto: Kemenhub untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, dalam Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM) tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor berbasis aplikasi akan menampung berbagai pemikiran dari beberapa pakar, juga stakeholder pemerintah.

“Isu yang selama ini dikeluhkan oleh pengemudi, itulah yang akan saya prioritaskan untuk dibahas,” ujar Dirjen Budi di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pihaknya akan menyusun regulasi untuk membuat norma terhadap kendaraan roda dua berbasis aplikasi. "Berdasarkan pengalaman dari pengemudi, serta kedua aplikator Grab dan Go-Jek. Karena kita ingin menampung berbagai macam aspirasi untuk proses bisnis ojek online,” jelasnya.

Terdapat tiga poin utama yang disampaikan oleh para pengemudi, yaitu tarif, suspend, serta perlindungan keselamatan dan keamanan. "Tiga hal besar ini yang akan kita bedah dalam pasal-pasal di RPM,” ungkapnya.

Penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor berbasis aplikasi ini diawali oleh gagasan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bahwa permasalahan menyangkut ojek online (ojol) diharapkan dapat selesai, sehingga tidak ada lagi konflik antara pengemudi ojol dengan pihak aplikator. (dan)

Berita Terkait

Banten Raya / Kalah dari Ojol, Angkot Bakal Diberi Subsidi

Megapolitan / Halte Jadi Tempat Mangkal, Ojol bikin Pusing Dishub

Nasional / Aturan Ojol Ditarget Rampung Februari

Jakarta Raya / Uang untuk Istri, Tak Mau Makan Siang di Luar


Baca Juga !.