Ekonomi

Keluhkan Harga Tiket Mahal

Redaktur: Jakfar Shodik
Keluhkan Harga Tiket Mahal - Ekonomi

Ketua Hipmi Kepulauan Riau Huzeir Zul. Foto : www.facebook.com/pg/HuzeirBatam

INDOPOS.CO.ID - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kepulauan Riau Huzeir Zul, perihal harga tiket domestik pascalibur Nataru. Pasalnya, tidak sedikit pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) punya mobilitas antar daerah. Dengan begitu, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tiket perjalanan mahal.

”Tiket Batam-Jakarta lebih mahal dari tiket Singapura-Jakarta. Ada selisih Rp 300 ribu-an. Padahal, kalau dihitung-hitung jarak tempuh sama. Ditambah dengan bagasi tidak lagi gratis untuk 20 kilogram (kg) pertama. Itu juga berdampak pada industri oleh-oleh. Seseorang akan enggan membeli oleh-oleh karena harus membayar bagasi,” tutur Huzeir di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Belum lagi kata dia surat muatan udara cargo juga mengalami kenaikan. Pengusaha cargo di bawah naungan Hipmi Kepulauan Riau mengeluh. Pelaku sauah akan menaikkan biaya ongkos kirim. ”Dan tentu apabila ada kenaikan ongkir akan berdampak pada transaksi jual beli online UMKM,” tegas Huzeir.

Pihaknya berharap Menteri Perhubungan meninjau kembali batas bawah tiket supaya masyarakat Indonesia yang membutuhkan transportasi udara dengan berbiaya murah bisa menikmati. ”Begitu juga dengan biaya cargo, semangat kita untuk mendorong industri UMKM supaya tumbuh di era digital ini. Jangan sampai terhalang dengan ongkos kirim ekspres tinggi, selama ini penunjang bisnis,” harapnya.(dai)

Berita Terkait


Baca Juga !.