Nasional

Pekan Depan, Idrus Marham Disidang

Redaktur:
Pekan Depan, Idrus Marham Disidang - Nasional

DIDUGA DISUAP - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham (kanan) bersama Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan (kiri) memberikan kesaksian untuk Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih (kedua kiri) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (2/1/2019). Foto : GALIH PRADIPTA/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - Kasus dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 akan disidang, Selasa (15/1/2019) mendatang. Terdakwa, mantan Menteri Sosial Idrus Marham akan menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. 

Juru Bicara Pengadilan Tipikor Jakarta Diah Siti Basariah mengungkapkan, jalannya persidangan akan di pimpin oleh ketua majelis hakim yang merupakan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto. "Anggotanya adalah Hariono, Hastopo, Anwar, dan Titi Sansiwi," ungkap Diah.

Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) menduga Idrus Marham mendapat bagian yang sama besar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Dugaan suap tersebut, sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo. Bila purchase power agreement proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johannes Kotjo dan kawan-kawan.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang dari Johanes kepada Eni sebesar Rp 4 miliar pada November sampai Desember 2017. Sedangkan, pada bulan Maret dan Juni 2018, Eni menerima Rp 2,25 miliar.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat 13 Juli 2018 lalu, KPK sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus itu. Barang bukti yang disita berupa uang Rp500 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan dokumen atau tanda terima uang sebesar Rp500 juta tersebut.

Diduga penerimaan uang merupakan bagian dari "commitment fee" sebesar 2,5 persen dari nilai proyek yang akan diberikan kepada Eni Maulani Saragih dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Tujuan pemberian uang adalah agar Eni memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Sedangkan, Kotjo diketahui telah divonis selama 2 tahun 8 bulan serta pidana denda sejumlah Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan.(ant)

Berita Terkait

Headline / KPK Panggil Idrus Marham

Politik / Usai Nyoblos, Idrus Bilang Begini

Politik / Idrus Marham Nyoblos di Rutan KPK

Hukum / Kasus PLTU, Idrus Marham Masuk Tahap Pelimpahan

Hukum / Suap PLTU Riau-1, KPK Panggil Petinggi PT PJB


Baca Juga !.