Megapolitan

Sasar Kawasan Wisata, Setahun Garuk 1.200 PSK

Redaktur: Syaripudin
Sasar Kawasan Wisata, Setahun Garuk 1.200 PSK - Megapolitan

TERJARING - Petugas Satpol PP mengamankan sejumlah PSK di salah satu hotel di kawasan Cibinong, Kabupaten  Bogor beberapa waktu lalu. Foto : Sofyansyah/Radar Bogor/INDOPOS GROUP

INDOPOS.CO.ID - Selain memiliki keindahan alam, banyak turis-turis datang ke Kabupaten Bogor hanya untuk mendapatkan kenikmatan birahi. Hal tersebut terbukti dari jumlah PSK yang terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor yang jumlahnya ribuan dalam kurun waktu 2018.

Bahkan akhir-akhir ini Satpol PP lebih giat melakukan operasi demi menekan angka tindakan prostitusi di sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Bogor. Seperti kos-kosan di kawasan Puncak merupakan satu di antara sekian banyaknya titik yang menjadi target penyisiran Satpol PP. Bahkan dalam operasi tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan 25 PSK.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan mengatakan, di awal Januari ini pihaknya sedang fokus menekan angka prostitusi di kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya. Musababnya, kawasan tersebut merupakan satu di antara beberapa wilayah yang masuk kategori zona merah praktik prostitusi.

”Kita sedang fokus di wilayah Cisarua, Puncak dan sekitarnya. Karena wilayah tersebut merupakan salah satu titik rawan praktik prostitusi di Kabupaten Bogor,” ujarnya saat dikonfirmasi Metropolitan (INDOPOS Group).

Tak hanya memberantas titik dan lokasi prostitusi, pihaknya juga tengah mendalami metode dan modus praktik prostitusi yang saat ini marak digunakan sejumlah penjaja wanita pemuas nafsu lelaki hidung belang atau muncikari. ”Semuanya sedang kita dalami, apakah menggunakan sistem online atau cara seperti apa. Apakah dia memang benar PSK, wanita panggilan atau hanya sekadar freelance,” katanya juga.

Disinggung soal rata-rata PSK yang berhasil diamankan, sedikitnya 15-30 wanita pemuas nafsu birahi dijaring dalam setiap kali operasi setiap minggunya. ”Untuk jumlah PSK yang kita amankan tergantung. Tapi biasanya sekali operasi kita bisa mengamankan 15 hingga 30 PSK di beberapa titik berbeda,” papar Ruslan juga.

Jika didihitung rata-rata setiap minggu 25 orang PSK terjaring, setidaknya Satpol PP berhasil mengamakna 1.200 PSK dalam kurun waktu satu tahun. ”Ada yang kita serahnya ke Dinas Sosial untuk dibina, ada juga yang kita lepaskan setelah kita data,” paparnya lagi.

Selain kawasan Puncak, sambungnya, Kecamatan Cibinong, Cileungsi, Kemang, Kecamatan Parung, hingga sejumlah wilayah perbatasan juga daerah zona merah maraknya prostitusi. Ruslan mengaku sering menemukan hambatan dan kesulitan lantaran berbagai macam modus yang digunakan muncikari dalam menjajakan wanita malam tersebut. ”Ada yang menggunakan sistem pesan antar,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah, menjelaskan selain beberapa daerah yang masuk zona merah praktik prostitusi seperti yang dibeberkan Satpol PP, kawasan wisata juga memiliki potensi yang tinggi terhadap praktik lokalisasi di wilayah itu sendiri.  

”Sekarang itu hampir di semua tempat wisata pasti ada praktik seperti itu,” katanya. Menurutnya, prostitusi bisa juga berpotensi terjadi di sejumlah tempat penyedia layanan dan jasa. Berdasarkan data yang dimilikinya, di Kabupaten Bogor ada sekitar 2.000 lebih para pelaku dan penyedia jasa prostitusi yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Bumi Tegar Beriman.

”Prostitusi juga bisa terjadi di tempat penyediaan jasa. Seperti tempat pijat, karaoke. Bahkan ratarata usia para tunasusila merupakan usia produktif antara 20 hingga 35 tahun,” paparnya.

Berdasarkan data Dinsos Kabupaten Bogor, dalam kurun waktu 2017 hingga 2018, angka pelaku prostitusi di daerah itu terus meningkat setiap tahunnya. ”Pada 2017 lalu ada sekitar 24 PSK yang kita bina di panti rehabilitasi. Pada 2018 lalu, ada 55 orang yang kami tangani. Sedangkan  awal Januari 2019 ini, ada 13 orang yang kami kirimkan ke panti,” ujarnya.(ogi/c/mam/run)

Berita Terkait


Baca Juga !.