Jakarta Raya

Elite Parpol Lamban Tentukan Cawagub

Redaktur: Darul Fatah
Elite Parpol Lamban Tentukan Cawagub - Jakarta Raya

Edu Gusyani Direktur. Foto : PURWOKO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kekosongan jabatan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta dinilai terlalu lama dan terkesan diulur-ulur. Hal ini dinilai sebagai gaya elit elit partai politik  (parpol) yang tidak lagi memikirkan kepentingan warga DKI Jakarta. Harusnya mereka (para elite) segera menentukan calon tersebut. Ada banyak nama yang layak, salah satunya mantan Ketua Tim Relawan Anies-Sandi, Boy Sadikin.

“Warga DKI Jakarta yang sudah memilih pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada, memiliki hak untuk segera mendapat pengganti Sandi. Kami usulkan Boy Sadikin,” ujar Direktur Eksekutif Aliansi Pemerhati Eksekutif fan Legislatif (Apel) Edi Gusyani, kemarin (10/1/2019).

Tokoh Pemuda Betawi Tanah Abang yang selalu eksis dalam menyikapi persoalan  di eksekutif dan legislatif ini mengatakan, para elite parpol harus menghormati instruksi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang sudah menyetujui kursi wagub ini untuk Gerindra atau PKS.

Ironisnya, proses yang dilalui seperti mencari jarum di jerami dan tak kunjung selesai. Mulai dari Maedani Ali Sera, M Taufik, dan dimunculkan nama baru PKS Ahmad Syaikhu mantan Walikota Bekasi dan Agung Yulianto sekretaris DPW PKS.

“Di DKI Jakarta ada Abdurahman Suhaemi ada M taufik dari Geridra. Namun yang paling layak menurut kami untuk menjadi wagub adalah mantan Ketua Relawan Anies-Sandi Boy Bernadi Sadikin,” ujar Edi Gusyani.

Selain karena dinilai bersih, sosok Boy Sadikin juga cukup dikenal luas masyarakat. Harusnya elit-elit partai mendahulukan kepentingan masyarakat Jakarta bukan warga dibingungkan yang sudah setia memilih Anies Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur.

“Jangan jadi wacana melulu yang muncul apa sih sulit orang dan ada calon heran dengan gaya gaya mereka lagi pula beberapa warga Jakarta mempertanyakan kenapa bukan orang Jakarta saja paling tidak lahir di Jakarta. Pak Boy Sadikin sangat tepat, karena beliau lahir di Jakarta,” tutur Edi.

Menurut dia, minimal aura Betawi Boy ada. Maksudnya paling tidak lahir di Jakarta, jadi tahu seluk beluk jantung Jakarta tahu budaya Betawi. Sayangnya, PKS dan Gerindra selaku parpol pengusung Anies - Sandi di Pilgub 2017 belum mencapai sepakat.

Namun belakangan ini nama Boy Sadikin yang diyakini sejumlah kalangan sebagai figur tepat menduduki kursi tersebut semakin kuat. Sehingga tarik menarik antara parpol pendukung segera berakhr.

“Kalau memang tidak ada kandidat yang jelas yang ditawarkan PKS dan Gerindra, dan tidak ada kepastian, kami lebih setuju wagub diisi oleh Boy Ali Sadikin. Beliau dikenal di Jakarta dan tidak neko-neko, tidak haus jabatan, kredibelitas teruji dan eksperiens leadershipnya tidak cacat rekam hidupnya,” ujar Edi.

Gubernur Anies, kata Edi, memerlukan pendamping. Karena itu, Anies bisa mengusulkan nama figur yang bisa mendampinginya. “Bang Boy Sadikin saja sudah jelas dan beliau berjuang untuk kemenangan Anies Sandi,” tutur dia.

Di sisi lain, Partai Keadilan Sejatera (PKS) dan Partai Gerindra selesai menggelar pertemuan untuk membahas kembali proses pemilihan calon wagub DKI Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor DPW PKS, Jakarta Pusat.

"Hari ini Alhamdulilah sudah selesai satu proses untuk menyelesaikan time line. Sudah diungkap tadi, 14 Januari akan ada rakor panelis dengan pimpinan partai," Kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif di kantor DPW PKS, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan masukan kepada panelis kerangka dan materi apa saja yang nantinya akan di dalami panelis kepada para kandidat. Kedua partai pengusung juga sudah sepakat bahwa ketiga calon dari PKS itu sudah final tak bisa ditambah atau dikurangi. "Tugas dari partai kepada panelis untuk melakukan pendalaman kompetensi, integritas, kemampuan. Dititipkan kepada panelis untuk didalam biar objektif," jelas dia.

Adapun target dari seleksi ketiga kandidat dijawalkan selesai pada 25 Januari 2019. Dengan begitu, Partai pengusung sudah bisa memberikan nama calon kandidat wakil gubernur kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kemudian, berdasarkan peraturan, nantinya nama-nama tersebut akan dilakukan pemilihan voting melalui rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. "Setelah 25 Januari akan berkirim surat kepada gubernur. Setelah diterima, maka partai pengusung dan tim sudah selesai tugasnya. Baru melakukan lobi ke DPRD. Mudah-mudahan cepet selesai mendapatkan calon dari proses Fit and Proper test," pungkas dia.(wok)

Berita Terkait

Nasional / Angka Golput Takkan Sesuai Survei

Jakarta Raya / Penertiban Reklame Terkesan Lambat

Bola Lokal / Striker Persebaya Rishadi Fauzi Resmi di Persija

Daerah / Tren Golput Diprediksi Meningkat Karena Kekecewaan

Jakarta Raya / Diprediksi Terjadi Aklamasi di Kebon Sirih

Jakarta Raya / Cawagub PKS Minim Sambutan Fraksi Demokrat-PAN


Baca Juga !.