Politik

Beda Provinsi hanya Boleh Pilih Presiden

Redaktur: Folber Siallagan
Beda Provinsi hanya Boleh Pilih Presiden - Politik

SETUJU-Komisi II, KPU, dan Bawaslu sepakat soal pemilih pindah TPS. Antara/reno esnir

INDOPOS.CO.ID - Pasal tentang dalam pindah pemilih yang tercantum pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pemungutan dan penghitungan suara dibahas di parlemen, Kamis (10/1). Hasilnya, Komisi II DPR RI, KPU dan Bawaslu menyatakan sepakat. Pemilih yang memilih di luar Dapilnya hanya akan diberi surat suara Pilpres, sementara surat suara DPR dan DPRD tidak diberikan. Untuk teknisnya, KPU diberi keleluasaan untuk untuk mengambil langkah terkait.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, terkait dengan PKPU tentang pemilih yang pindah memilih, nantinya akan dilihat pada dapil itu sendiri. "Jadi kalau dia pindahnya itu, misalnya ke kabupaten lain tapi tidak keluar di dapil DPRD provinsi, tidak keluar dapil DPD, pemilih tersebut tetap diberikan surat suara," kata Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (10/1/2019).

"Namun, begitu pemilih tersebut keluar dari dapailnya, maka pemilih tersebut tidak bisa diberikan suara di mana pemilih tersebut keluar dari dapilnya. Karena memilih ini adalah memilih perwakian sesuai dengan dapilnya. Kecuali surat suara untuk pemilihan presiden wakil presiden. Karena wilayah pemilihan presiden dan wakil presiden itu kan di mana saja warga negara Indonesia berada, baik itu di dalam negeri maupun diluar negeri sekalipun," sambung Arief.

Dia menjelaskan, pemilih yang pindah TPS di dapil kota/kabupaten yang sama, masih dia bisa menerima semua surat suara. Jika dia memilih di kota/kabupaten yang berbeda tetapi di provinsi yang sama, maka dia hanya menerima surat suara Pilpres, DPD, dan DPRD provinsi. Tetapi, jika pemilih pindah TPS di provinsi yang berbeda, maka dia hanya berhak mendapatkan surat suara Pilpres.

Terkait dengan mekanisme penghitungan surat suara sendiri, Arief pun tak menampik jika hal itu diawali dengan menghitung surat suara presiden dan wakil presiden. "Iya. Nantinya kita akan memulai dengan menghitung surat suara presiden dan wakil presiden. Pokoknya dari pusat hingga kabupaten/kota," tutupnya.

Diketahui, rapat digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (10/1). Wakil Ketua Komisi II dari F-PKB, Nihayatul Wafiroh (Ninik) yang memimpin rapat. Kesimpulan rapat dibacakan setelah sejumlah anggota fraksi di Komisi II DPR menyampaikan pendapat yang hasilnya 10 fraksi menyatakan setuju. 

"Bahwa Komisi II memberikan seluruh tanggung jawab ini memberikan keputusan langkah-langkah terkait PKPU untuk terhadap KPU," ucap Nihayatul Wafiroh (Ninik), Wakil Ketua Komisi II DPR saat memimpin rapat dengan KPU dan Bawaslu, Kamis (10/1/2019).

"Kita menyerahkan mekanisme pada KPU karen KPU yang tahu bagaimana jalannya dan kita tidak ingin melanggar undang-undang dari hasil," tambahnya.

Anggota Komisi II DPR RI, Dadang S Muchtar mengatakan, sebelumnya pasal delapan soal pindah pemilih di PKPU Pemungutan dan Penghitungan Suara sempat disoroti sejumlah anggota Komisi II DPR. Mereka mengusulkan ada perluasan pembatasan para pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya di luar daerah asal dengan alasan pekerjaan.

Menurut politisi Partai Golkar itu, beberapa anggota meminta agar para pemilih tidak hanya boleh calon presiden maupun calon wakil presiden, meskipun bukan di wilayah dapil. Masyarakat diberikan hak untuk memilih DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten atau kota dan DPD RI meski tidak berada di daerah pilihannya.

"Pada dasarnya ya, kita semua serahkan ke KPU. Mudah-mudahan KPU bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Pada intinya kami setuju," tukasnya di lokasi yang sama.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria. Politikus Partai Gerindra itu memercayakan penyelenggaraan Pemilu sepenuhnya kepada KPU. "Saya kira saya sama seperti yang teman-teman sudah rapat bagaimana diupayakan dengan cara yang baik. Kami memahami posisi KPU dan pemerintah, tapi juga kami harap KPU-Bawaslu memahami posisi kami sebagai parpol," kata Riza. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.