Politik

Revisi Visi Misi Bukan untuk KPU, tapi untuk Masyarakat

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Revisi Visi Misi Bukan untuk KPU, tapi untuk Masyarakat - Politik

GAGAL REVISI- Paslon nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno ditemani Agus Harimurti Yudhoyono ketika mendaftar peserta Pilpres 2019. Foto. ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno tak masalah revisi visi misinya ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera menyatakan, memang pada dasarnya visi misi itu bukan ditujukan untuk lembaga pemilu tersebut. 

"Memang revisi ini  bukan untuk konsumsi KPU. Ini untuk konsumsi masyarakat," jelas Mardani kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Politikus PKS ini menegaskan, isi dari revisi visi misi paslon Prabowo - Sandiaga tidak bertentangan dengan visi misi yang dahulu didaftarkan ke KPU.

Mardani menyatakan, visi misi yang baru merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari yg lama. "Isinya untuk memperkuat road map menuju Indonesia adil makmur," jelasnya.

Diketahui, BPN mengubah visi misi yang disetorkan ke KPU pada 9 Januari 2019. Akan tetapi KPU menolaknya dengam alasan di luar masa pendaftaran maupun perbaikan berkas capres-cawapres.

Berkas visi misi yang mulanya diubah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman. Lalu BPN juga mengubah tagline yang semula 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' direvisi menjadi 'Indonesia Menang'. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.