Nasional

Dewan BPJS Sebut Kasus Dugaan Asusila Tak Pengaruhi Kinerja Karyawan

Redaktur: Redjo Prahananda
Dewan BPJS Sebut Kasus Dugaan Asusila Tak Pengaruhi Kinerja Karyawan - Nasional

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono memberikan keterangannya usai menggelar konfrensi pers di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Foto: Dhika/Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono mengatakan, kasus dugaan asusila yang melibatkan anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan dengan salah satu staf komite tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan lain. 

"Saya kira belum terlalu siginifikan. Tidak akan banyak mempengaruhi," ujar Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Ia juga menyangkal tudingan yang menyebut bahwa tata kelola Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan saat ini sangat buruk. Selain itu, tidak ada tumpang tindih wewenang dalam perekrutan staf komite Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami sampaikan bahwa hal itu tidak benar. Kegiatan operasional organ BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun pasti dilakukan audit oleh lembaga pengawas keuangan seperti OJK, BPK, dan KAP, di samping kegiatan monitoring dan evaluasi dari DJSN yang mendapatkan predikat baik," jelas Guntur Witjaksono.

Mengenai rekrutmen, penyelenggaran FGD, seminar dan Iain sebagainya, selama ini sudah sesuai dengan aturan yakni dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2011, tentang BPJS dan Peraturan turunan yang terkait. "Jadi tidak ada hal yang menyalahi aturan di sini," ucap Guntur.

Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan Rekson Silaban mememastikan adanya kasus itu sama sekali tidak berdampak terhadap kinerjanya jajarannya. Ia juga berharap masalah yang dialami oleh Ra sebagai korban terduga asusila bisa cepat selesai. 

"Tidak ada yang menyebutkan kinerja kami buruk yang mengukur pihak resmi itu. Ra yang sedang dirundung masalah bisa selesai dan semua bisa sesuai dengan hak," tukas Rekson Silaban.

Dewas baru mengetahui ada dugaan asusila setelah anggota Dewas lain mendapat surat tembusan dari Ra setelah mengajukan laporan kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada 6 Desember 2018 atas tindakan pelecehan oleh Syafri Adnan Baharuddin. (dan)

Berita Terkait


Baca Juga !.