Ekonomi

Peluang Rupiah Menguat Terbuka

Redaktur: Jakfar Shodik
Peluang Rupiah Menguat Terbuka - Ekonomi

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Bank Indonesia (BI) mengklaim peluang kurs rupiah terus menguat terbuka. Itu karena nilai mata uang Garuda masih terlalu murah (undervalue). Meski nilai tukar rupiah terkini sudah beredar di kisaran Rp 14.052 per dolar Amerika Serikat (USD).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan kalau ditilik dari kondisi fundamental ekonomi domestic, kurs rupiah seharusnya terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. Namun, dia mengisyaratkan penguatan rupiah dalam waktu dekat akan berjalan lebih smooth atau bertahap.

Penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir juga, lebih banyak dibentuk harga dari mekanisme pasar, atau bukan karena semata-mata dominasi intervensi BI. Meski begitu, BI tetap melakukan lelang di pasar domestik NDF untuk memfasilitasi kebutuhan valas, lindung nilai, dan menjaga pergerakan psikologis nilai tukar dari pengaruh volatilitas pasar NDF luar negeri. ”Hitungan tim ekonomi BI rupiah dalam kondisi sekarang undervalue. Artinya masih ada ruang menguat lebih lanjut. Tapi itu lebih baik kalau menguatnya lebih smooth,” tutur Nanang di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Nanang tidak menampik penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir, juga karena tekanan ekonomi global mulai mereda. Berkurangnya tekanan ekonomi global karena hasil positif dari pertemuan AS dan China terkait rekonsiliasi perang dagang, dan juga kenaikan suku bunga The Federal Reserve, Bank Sentral AS, yang diperkirakan tidak agresif.

Namun BI tetap waspada terhadap tekanan ekonomi global karena sewaktu-waktu bisa menimbulkan gejolak di pasar keuangan domestik. ”Karena kalau kita lihat dinamika pada tahun lalu, dalam tiga bulan kondisi bisa berubah. Pada kuartal tiga semua negara masih solid, pada kuartal empat sudah perlambatan,” ujarnya.

BI lebih banyak melakukan intervensi melalui Domestik NDF ketimbang langsung di pasar spot. Hingga Januari 2019, volume transaksi (outstanding) DNDF mencapai USD 1,2 miliar dengan 13 bank sebagai peserta aktif. Volume itu menurut Nanang sangat baik, apalagi pasar DNDF baru dibuka pada November 2018. ”Banyak juga korporasi yang sudah bertransaksi, seperti BUMN nanti menyusul. Mata uangnya selain USD, ada dari yen dan euro," ujar dia. (ant)

Berita Terkait

Ekonomi / BI Garansi Kecukupan Likuiditas

Ekonomi / BI Kebut Standarisasi Kode QR

Ekonomi / Percaya Nilai Rupiah Lebih Superior

Nasional / Cegah Melemah, Transaksi Pakai Rupiah


Baca Juga !.