Nasional

Petani Kaki Gunung Sinabung Kembali Tanam Bawang Putih

Redaktur: Redjo Prahananda
Petani Kaki Gunung Sinabung Kembali Tanam Bawang Putih - Nasional

Wilayah kaki Gunung Sinabung yang ditanami bawah putih. Foto: Kementan untuk INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Sebagai salah satu gunung berapi aktif di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Gunung Sinabung turut memberikan sumbangsih bagi swamsebada pertanian.

Gunung Sinabung meletus 19 Febuari 2018 lalu. Karena erupsi gunung ini, 5 desa tertimbun pasir akibat letusan tersebut.
Namun demikian letusan gunung membawa dampak positif untuk kesuburan lahan pertanian di sekitar Gunung Sinabung.

“Saat melintasi desa sekitar, sudah terasa geliat kehidupan pertanian. Masyarakat sudah kembali melakukan aktivitas bertanam sebagai mata pencaharian,” kata Budi Tarigan, ketua kelompok tani Tebing Latersia Desa Batu Karang Kecamatan Payung, Jumat (11/1/2019).

Ia menuturkan, Kabupaten Karo yang posisinya tepat di kaki Gunung Sinabung menyambut baik pengembangan bawang putih. Pada 2018 kabupaten ini mendapat bantuan penanaman bawang putih seluas 20 hektar.

“Kebijakan tersebut sangat tepat mengingat pada 1998 daerah Karo ini merupakan salah satu sentra utama penghasil bawang putih di Indonesia,” imbuhnya.

Total bantuan benih bawang putih sejumlah 10 ribu kg untuk 20 hektare ini terdistribusi ke para kelompok tani di kecamatan Merek sejumlah 4 hektare, kecamatan Dolat Rakyat 4 hektare, kecamatan Nama Teran 9 hektare, kecamatan Payung 2 hektare, dan kecamatan Berastagi 1 hektare.

"Budidaya bawang putih bukanlah hal asing bagi kami. Kondisi lahan di sini sangat cocok untuk penanaman bawang putih. Tahun-tahun sebelumnya daerah kami adalah salah satu daerah penghasil bawang putih”, ujarnya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karo Adison Sebayang turut mendukung pengembangan bawah putih yang berada di kako Gunung Sinabung tersebut.

“Memang betul beberapa daerah di wilayah Karo, terutama daerah di wilayah kaki gunung Sinabung atau wilayah di atas ketinggian 800 meter dpl, adalah daerah cocok untuk menanam atau berbudidaya tanaman sayuran dataran tinggi, termasuk komoditas bawang putih,” ungkapnya.

Adison menambahkan, Para petani sangat optimis pertanaman bawang putih dapat berproduksi secara optimal. Mereka berharap budidaya bawang putih dapat memberikan insentif menarik yang tentu saja harus didukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada mereka.

“Betapa tidak, karena selain agroklimat yang sangat cocok, juga adanya Gunung Sinabung ini membuat daerah di sekitarnya menjadi sangat subur,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Yasid Taufik sangat mendukung kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pendapatan para petani dan membuat para petani bergairah untuk bercocok tanam. Tidak hanya petani bawang putih saja, namun juga para petani hortikultura lain.

Pada 2018, masih di Kabupaten Karo, Ditjen hortikultura mengalokasikan fasilitasi sarana pascapanen berupa bangunan bangsal pascapanen benar-benar dapat bermanfaat dalam rangka mengurangi kehilangan hasil, memperpanjang umur simpan, meningkatkan mutu produk sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani serta nilai tambah dan daya saing. (bar)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Produksi Cabai di Jatim Melimpah

Nasional / E-Commerce TTI, Dekatkan Petani dan Konsumen

Nasional / Ciptakan Petani Milenial, Mentan Amran Didukung PBHMI

Nasional / Jamin Harga Terjangkau, TTI Center Kementan Hadir di Bogor

Nasional / Wujudkan Perintah Presiden, Genjot Ekspor


Baca Juga !.