Politik

Marak Kasus Hoaks di Tahun Pemilu, LPI Anggap sebagai Skenario Politik

Redaktur: Redjo Prahananda
Marak Kasus Hoaks di Tahun Pemilu, LPI Anggap sebagai Skenario Politik - Politik

Diskusi yang digelar Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk memilih melampaui hoaks. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens berpandangan, maraknya kabar bohong dalam dunia politik saat ini merupakan skenario politik. Mereka menggunakan peluang ini untuk meraih kekuasaan.

Menurutnya, banyak politikus mencari jalan pintas untuk menang dengan memanipulasi persepsi publik melalui penyebaran berita bohonh.

"Jadi sebetulnya hoaks adalah rancangan yang memang disengaja. Bukan kekhilafan si A atau si B atau apakah benar atau tidak yang dikatakan, tapi ini perkara tujuannya membangun persepsi menang di pemilu," jelas Boni dalam diskusi yang dugelar LPI di Bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Salah satu kasus hoaks yang menghebohkan ialah hoaks 70 juta surat suara tercoblos di Tanjung Priuk. Boni pun menilai hoaks semacam ini merupakan skenario politik.

"Apakah itu artinya hoaks kontainer surat suara itu by design? Ya! Itu bukan soal benar atau salah, tapi soal bagaimana membentuk persepsi publik," cetusnya.

Maka dari itu, Boni menyatakan harus ada kajian mengenai motif politik dan afiliasi para penyebar hoaks dengan partai atau tim kampanye politik. Sebab, kata dia, pasti ada sambungannya.

"Kami berharap, pemilih makin sadar melihat rancangan jahat di balik hoaks yang terus berkembang subur. Hanya dengan begitu, pemilu 2019 dapat menghasilkan pemimpin yang tepat dan baik untuk rakyat Indonesia," pungkasnya. (jaa)

Berita Terkait

Nasional / Gunakan Internet untuk Kegiatan Berusaha

Politik / Fahri Sebut Pasal Penjerat Ratna Tidak Sah

Headline / Informasi Hoaks Pengaruhi Generasi Milenial Golput

Lifestyle / Pojok Pintar, Sarana Cegah Berita Bohong

Headline / Video Kerusuhan Kantor KPU Medan Hoaks 


Baca Juga !.