Nasional

Lapas yang Melebihi Kapasitas akan Menimbulkan Masalah

Redaktur: Ali Rahman
Lapas yang Melebihi Kapasitas akan Menimbulkan Masalah - Nasional

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra menilai penanganan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) harus dilakukan oleh orang yang paham betul kondisi yang ada.

"Soal lapas itu soal akut, selalu over kapasitas di Lapas. Cukup beri hukuman denda. Padahal, fasilitas untuk memenjarakan orang itu tidak cukup," ujar Yusril, saat ditemui usai salat jumat di Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, utamanya penahanan jika tidak perlu ditahan maka jangan ditahan. Tapi problemnya adalah orang suka menghukum orang. Itulah yang terjadi, ada sewa menyewa kamar, harus membayar kepada petugas lapas.

"Sejak saya menjabat Menteri Hukum dan HAM 15 tahun lalu, jumlah lapas dan rutan tak bertambah. Hanya itu-itu saja, padahal setiap harinya banyak yang masuk. Karena itu, lapas yang sudah melebihi kapasitas akan selalu menimbulkan masalah," kata Yusril.

Menurutnya, saat ini anggaran di Kementerian Hukum dan HAM yang nilainya mencapai Rp 9 triliun, harusnya ada penambahan lapas atau rutan. Dahulu, ketika dirinya menjabat, dengan anggaran Rp 500 miliar, dirinya bisa membangun Cipinang dan Salemba. "Kenapa sekarang tidak bisa bangun dengan anggaran yang besar? Makanya selalu muncul masalah," ujar Yusril.

Untuk itu, Pakar Hukum Tata Negara ini menilai, seharusnya disiapkan seseorang yang paham betul dengan masalah lapas dan rutan. Orang itu, spesialis menangani penjara dan tamatan aktif dari pengelolaan penjara, karena dia yang harus mengerti masalah penjara.

"Kalau tidak bisa diubah pemimpinnya, ya akan seperti ini terus. Nanti akan muncul jual beli kamar, kericuhan dan sebagainya," ungkapnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Yusril Sebut Banyak Bukti Video Isinya Bohong-bohongan

Daerah / KPU Jember Pantau Sidang MK via Video Conference

Nasional / Ngotot Mengajukan Tahanan Kota

Headline / Ba'asyir akan Jalani Pemeriksaan di RSCM

Politik / Resmi Merapat ke Kubu Jokowi, Ini yang akan Dilakukan PBB


Baca Juga !.