Headline

Tanpa Batas, Pencarian MT Namse Bangdzod Berlanjut

Redaktur: Juni Armanto
Tanpa Batas, Pencarian MT Namse Bangdzod Berlanjut - Headline

OPERASI - Menjelang senja, sebuah kapal berlayar di perairan Karawang beberapa waktu lalu. Foto : ADEK BERRY/AFP

INDOPOS.CO.ID - Operasi pencarian kapal Mother Tanker (MT) Namse Bangdzod yang hilang sudah memasuki hari ke-17 pada Sabtu (12/1/2019) ini. Tim gabungan yang terdiri dari jajaran TNI Angkatan Laut, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Kemenhub), Basarnas, Polri, dan sebagainya masih terus melakukan pencarian kapal yang mengangkut minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 1.754.382 kg di perairan Indonesia.

Sebelumnya, kapal bertolak dari Sampit, Kalimantan Tengah pada 27 Desember 2018. Kapal seharusnya sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 27 Desember 2018. Namun sampai sekarang masih misterius keberadaannya.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menegaskan, operasi pencarian tidak ada batasan waktu sampai kapal tersebut ditemukan. ”Meski pihak agensi ke depan ada yang minta menghentikan pencarian, tapi kami yang menjamin pelayaran pengguna laut akan tetap melakukan patroli, baik khusus mencari atau patroli rutin,” ujarnya kepada INDOPOS di Jakarta, kemarin

Koarmada I yang bertanggung jawab atas perairan kawasan Indonesia Bagian Barat juga terus melakukan koordinasi dengan pihak Koarmada II yang membawahi kawasan Indonesia Bagian Tengah dalam pencarian kapal tersebut.

Dalam kasus hilangnya kapal MT Namse, lanjut Yudo, pihaknya melihat ini lebih masalah di internal. Pasalnya, Automatic Identification System (AIS) kapal sempat nyala di Teluk Jakarta. Namun saat dicek, kebenarannya tidak ada. ”Bisa saja dimanipulasi agar tidak mudah terdeteksi, bisa juga kapal dan nomor lambung diubah agar mengelabui petugas. Karena Ais (sistem pelacakan otomatis, Red) mati, GPS (Global Positioning System) juga mati,” ujarnya.

Terkait dugaan pembajakan, kata Yudo, pihaknya tidak melihat ada indikasi Kelompok Abu Sayyaf  melakukan pembajakan. ”Kecil memungkinkan apalagi untuk  jual cpo nggak gampang. Terlebih kapal ini kabarnya bukan dari laut Sulawesi yang diindikasi ulah teroris,” tandasnya.

Sebelumnya, Koarmada telah mengerahkan tiga unsur Kapal Perang RI (KRI), yaitu KRI Usman Harun-359, KRI Teluk Cirebon-543, dan KRI Tenggiri-865. Laksamana Muda TNI Yudo Margono sudah memerintahkan Pangkalan TNI AL yakni, Lantamal dan Lanal untuk membantu melaksanakan pencarian kapal MT Namse. ”Kami juga berkoordinasi dengan Koarmada II  kemungkinan kapal tersebut memasuki wilayah kerja Koarmada II (yang membawahi Indonesia Bagian Tengah, Red),” ujarnya kepada INDOPOS, Kamis (10/1/2019) lalu .

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis meminta pencarian kapal MT Namse Bangdzod lebih diintensifkan. Bahkan, harus dipersiapkan alat evakuasi jika kapal yang telah dua pekan hilang itu untuk mengantisipasi bila tenggelam. "Saya mendapatkan (kabar, Red) aparatur terkait melakukan pencarian kapal pengangkut minyak sawit yang hilang kontak di perairan Karawang. Pencarian dibantu sejumlah nelayan, tapi harus lebih intensif," katanya saat dihubungi INDOPOS, Jumat (11/1/2019). 

Politisi Partai Gerindra itu menyatakan, pencarian pun harus dilakukan dengan penyisiran di jalur lintasan kapal, serta di sekitar kawasan pantai. "Sementara, mengantisipasi dugaan kapal tenggelam, harus disiapkan sejumlah personel dengan kelengkapan alat selam ataupun alat evakuasi lainnya," imbuh Fary.

Terpisah, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Wisnu Handoko mengaku Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Hubla Kemenhub) terus mengintensifkan pencarian kapal MT Namse Bangdzod.  "Kami telah intensif melakukan pencarian," tukasnya singkat.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok  juga mengerahkan kembali kapal patroli KPLP untuk meneruskan pencarian kapal MT Namse Bangdzod. Kemenhub melalui Ditjen Hubla memang terus mengintensifkan pencarian kapal yang berbobot mati sekitar 1.950 ton dengan panjang 75.15 meter dan lebar 12 meter tersebut.

"Hari ini (kemarin, Red) hingga dua hari ke depan, kami mengerahkan kapal-kapal patroli KPLP, yaitu KNP Trisula, KNP Celurit, KNP Golok, KNP Jembio, KNP 348, KNP 204 dan KNP 201," ujar Kepala Seksi Operasi Pangkalan PLP Tanjung Priok Capt Pujo Kurnianto  Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, wilayah pencarian juga diperluas, yakni mulai dari Selat Sunda sampai ke Semarang, Jawa Tengah berdasarkan data dari Marine Traffic. "Hari ini (kemarin, Red), KNP Jembio bergerak ke laut untuk berpatroli rutin, sekaligus mencari kapal MT Namse Bangdzhod," ujar Capt Pujo.

Pihaknya, kata dia, meminta dukungan dari semua pihak dengan tidak menduga-duga alasan serta penyebab kapal tersebut hilang kontak dan belum ditemukan hingga saat ini. "Tentunya, kami pastikan bahwa pencarian kapal tersebut masih terus dilakukan," ujar Capt Pujo.

Menurut dia, sekiranya perlu dukungan dari semua pihak agar sama-sama menunggu laporan hasil pencarian kapal tersebut secara resmi. "Sehingga informasinya jelas dan tidak bias," tandas Capt Pujo.

Sementara Distrik Navigasi Tanjung Priok dan Distrik Navigasi Semarang juga telah ikut memantau gerak kapal MT Namse Bangdzod melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sepanjang pantai utara Pulau Jawa dan sampai saat ini masih belum ada laporan keberadaan kapal tersebut.(nel/dai/aen

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / AIS Dimatikan, Kapal Tak Terlacak


Baca Juga !.