Headline

Perdagangan Hewan Dilindungin Semakin Berani

Redaktur: Juni Armanto
Perdagangan Hewan Dilindungin Semakin Berani - Headline

LEMAH - Barang bukti anak Elang Brontok berada di dalam kandang saat gelar kasus perdagangan satwa dilindungi di Mapolda Sumut, Medan, Jumat (11/1/2019). Foto : IRSAN MULYADI/ANTARAFOTO

INDOPOS.CO.ID - Para pemburu dan pedagang hewan dilindungi sudah tak malu-malu dalam melancarkan aksinya. Seorang pria berinisial ARN, 25, berhasil ditangkap polisi karena secara terang-terangan menjajakan satwa liar lewat media sosial (medsos) Facebook.

Dalam proses penangkapan, Dit Krimsus Polda Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam meringkus tersangka yang merupakan warga Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan tersangka menggunakan akun palsu di Facebook untuk menjual satwa yang dilindungi tersebut. Nah, untuk mengungkap kasus tersebut, petugas Kepolisian melakukan penyamaran untuk bisa ketemu dengan tersangka. ”Kami mengajak tersangka untuk jumpa pada Rabu (8/1/2019) sekitar pukul 20.30 WIB dan melakukan transaksi pembelian Lutung Emas atau Lutung Budeng,” ujar Rony di Mapolda Sumut, Medan, Jumat (11/1/2019).

Ia menyebutkan, petugas mendapatkan tiga ekor anak Lutung Emas dan langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka di Desa Paluh Manan. Dari rumah tersangka, aparat juga menemukan tiga ekor anak Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus) dan seekor anak Kucing Akar atau Kucing Tandang (Prionailurus Bengalensis). Seluruh satwa itu kemudian disita dan diserahkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut untuk dibawa ke Taman Wisata Sibolangit.

Di hari yang sama, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga berhasil menangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi berinisial S. ”Kemarin Kamis, (10/1/2019) kami amankan beberapa satwa yang dilindungi. Rencananya akan dijual oleh pelaku sehingga kami amankan dan membawa ke Polres,” kata Kepala Satreskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo saat konferensi pers di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelaku diamankan Satreskrim Polres Bantul di Jalan Parangtritis dekat salah satu restoran yang bangunannya berbentuk piramida. Pria 56 tahun itu ketangkap akan menjual beberapa satwa yang dilindungi pemerintah, seperti  Burung Cendrawasih, Kangguru dan Burung Kasuari.

Menurut keterangan tersangka, seperti Burung Cendrawasih akan dijual seharga Rp 35 juta per ekor. ”Kalau nilai jual perlu pendalaman lebih lanjut. Karena yang namanya satwa itu kalau dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam tidak ternilai,” ucap Rudi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka yang memiliki KTP Jepara, Jawa Tengah tersebut mengaku membeli satwa dilindungi itu dari seseorang yang diangkut dari sebuah kapal. Namun demikian hal itu masih dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian. ”Apakah dari luar pulau atau dari mana masih kita dalami, termasuk adanya teman yang bisa berikan satwa yang dilindungi,” tandasnya.

Atas kejahatan yang dilakukan, para tersangka dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.

Sementara itu, pihak berwajib masih mengejar pelaku pembantaian Rangkong Badak, yang viral di media sosial. ”Kami bersama polisi tengah menelusuri pemilik akun tersebut,” kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo di Pekanbaru, Kamis (10/1/2019).

Aksi pembantaian unggas itu diunggah oleh akun Facebook berinisial OG alias Oyon. Dia saat ini tengah menjadi buronan utama BBKSDA Riau. Posisi tersangka diduga berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Dalam unggahannya pada 8 Januari 2019, Oyon terlihat memegang burung dengan nama latin Buceros Rhinoceros yang sudah ia sembelih. Burung itu lantas dipegang dan diangkatnya dengan bangga.

Seketika, ribuan komentar membanjiri unggahannya itu. Bahkan, unggahan Oyon turut disebar luaskan akun instagram pecinta lingkungan @jejak_pendaki. Hutomo belum berkomentar banyak terkait upaya pencarian Oyon, namun dia mengatakan akan segera memberikan informasi jika berhasil melacak pria tersebut.

Humas BBKSDA Riau Dian Indriati mengatakan Rangkong Badak merupakan spesies unggas yang dilindungi. Dia menegaskan ada sanksi pidana yang mengancam pelaku pembunuhan satwa tersebut. ”Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Satwa Dilindungi,” jelas Dian.

Dari penelusuran melalui akun Facebook  milik Oyon, unggahan pembantaian tersebut telah dihapus. Namun, warganet tetap memberikan komentar di akun Oyon. Pada unggahan lainnya di akun FB Oyon, terlihat sebanyak 1.033 komentar yang membanjiri kolom komentar. Mereka menghujat aksi Oyon yang menghabisi unggas berwarna hitam dan berparuh panjang tersebut.(ant)

 

Berita Terkait

Nasional / Angka Golput Takkan Sesuai Survei

Jakarta Raya / Penertiban Reklame Terkesan Lambat

Bola Lokal / Striker Persebaya Rishadi Fauzi Resmi di Persija

Daerah / Tren Golput Diprediksi Meningkat Karena Kekecewaan

Indotainment / Saipul Jamil Gagal Bebas Tahun Ini

Bola Lokal / Akhiri Spekulasi, Septian David ke PSIS


Baca Juga !.