Nasional

Kejagung Bantah Rekomendasikan SP3

Redaktur: Nurhayat
Kejagung Bantah Rekomendasikan SP3 - Nasional

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri. Foto : NET

INDOPOS.CO.ID - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri membantah pernyataan pihak Polri bahwa penghentian penyidikan perkara (SP3) dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang yang diduga melibatkan pengusaha GJ adalah karena petunjuk Kejaksaan Agung. ”Dari mana? Berkasnya saja belum ada. Artinya pengembalian SPDP itu dikarenakan berkas perkara tidak pernah dikirimkan ke kami (Kejaksaan),” tutur Mukri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Mukri mengatakan, pihaknya menerima pengiriman surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kasus ini dari Bareskrim Polri pada sekitar Juni 2017. ”Tapi sampai batas waktu pengembalian SPDP, tidak pernah dikirimkan berkas perkaranya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kejaksaan Agung pun menyimpulkan penerbitan SPDP terlalu cepat. Menurutnya, berdasarkan Standar Operasional Prosedur nomor 03 tahun 2016, berkas harus dikirim paling lambat satu bulan setelah SPDP dikirimkan. ”Sementara ini sudah lewat 494 hari. Akhirnya pada November 2018, SPDP dikembalikan ke penyidik supaya tidak menjadi tunggakan, jadi berkasnya belum pernah ada,” kata Mukri.

Seperti diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan penggelapan dan TPPU yang dilaporkan pengusaha asal Singapura Toh Keng Siong terhadap pengusaha gula GJ. Dalam surat Direktur Tipideksus tertanggal 14 Desember 2018 kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, disebutkan, penyidikan terhadap perkara itu dihentikan demi hukum.

Surat bernomor B/279B/XII/RES.2.3/2018/Dit Tipidesksus itu, juga memuat alasan penghentian penyidikan adalah karena Nebis in Idem dan kedaluarsa. Padahal sebelumnya, polisi menegaskan akan mengejar bukti-bukti sampai ke luar negeri.(ant)

 

TAGS

Berita Terkait

Internasional / Putri Emir Dubai Dikurung Tiga Tahun

Internasional / Mantan Petinggi Kepolisian Dihukum Seumur Hidup

Jakarta Raya / HPI Beri Bantuan Hukum untuk Wartawan

Hukum / Masyarakat Diuntungkan CSR Sipoa Grup


Baca Juga !.