Nasional

Cegah Kejahatan, Imigrasi Diminta Perketat Pemeriksaan WNA

Redaktur: Redjo Prahananda
Cegah Kejahatan, Imigrasi Diminta Perketat Pemeriksaan WNA - Nasional

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly saat mengikuti sepeda ceria dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke 69, di kantor Kemenkumham, Sabtu (12/1/2019)

INDOPOS.CO.ID - Menjelang pemilu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly meminta jajaran imigrasi memperketat pemeriksaan Warga Negara Asing (WNA). Hal itu untuk mencegah kejahatan. Pasalnya, beberapa tahun belakangan ini, sejumlah WNA terpaksa di deportasi karena ada yang melakukan tindak pidana. Seperti penipuan, cyber crime dan juga pembobolan ATM.

"Seluruh Jajaran imigrasi terus Memperbaiki diri. Terus membuat inovasi terus. Menjaga pintu-pintu gerbang negara kita dari orang-orang asing yang bertujuan jahat. Tetapi pada saat yang sama melayani. Memberikan pelayanan baik kepada orang asing yang melakukan investasi dan wisata. Kita layani dengan baik. Sebab itu mendatangkan devisa," ujar Yasonna, usai mengikuti sepeda ceria, dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke 69 di kantor Kemenkumham, Sabtu (12/1/2019).

Selain itu Imigrasi kata dia, juga harus melayani warga negara Indonesia yang ingin keluar negeri. Melayani paspor mereka.

"Melayani juga masyarakat lainnya, yang memerlukan jasa keimigrasi. Misaknya untuk sekolah di luar negeri," beber Yasonna.

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi, gelaran sepeda ceria yang digelar Ditjen Imigrasi. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

"Itu tidak cukup harus ada pikiran yang sehat. Agar kita bisa berkreasi bisa melakukan hal yang positf buat masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Imigrasi, Kemenkumham, Ronny F. Sompie mengatakan dengan Hari Bhakti Imigrasi ke 69, pihaknya menggelorakan semangat untuk merealisasikan visi Pasti Aktual. Yakni Profesional, Akuntabel, Sinergi Transparan dan Inovatif (Pasti). Serta Aktif, Kreatif, Terpercaya, Unggul, Amanah dan Logis (aktual)

"Kami mendukung ketertiban dari sudut perlintasan WNI maupun WNA yang masuk dan keluar. WNA apakah ada yang datang ke Indonesia, justru akan menggangu kegiatan politik. Kami bekerjasama dengan TNI, Polri dan BIN," pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.