Megapolitan

Percepat Proses Sertifikasi Tanah Wakaf

Redaktur: Syaripudin
Percepat Proses Sertifikasi Tanah Wakaf - Megapolitan

NOTA KESEPAHAMAN - Penandatangan MoU sertifikasi tanah wakaf antara Kemenag dan BPN Kabupaten Tangerang. Foto : Yasril Chaniago/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Program PTSL (Penataan Tanah Sistematis Lengkap) yang jadi andalan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, bukan hanya menyasar tanah milik pribadi tapi kegiatan itu juga mengejar unsur sosialnya.

Bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang, BPN setempat melakukan sosialisasi program sertifikasi tanah wakaf tersebut.

”Ayooo, kita sertipikatkan seluruh tanah wakaf di Kabupaten Tangerang. Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi, " ujar Himsar, kepala BPN Kabupaten Tangerang dalam sambutannya pada acara sosialisasi sertifikasi tanah wakaf dan penandatanganan kerja sama dengan Kemenag Kabupaten Tangerang, Rabu (9/1/2019).

Himsar juga menyatakan sosialisasi itu menjadi momen penting, karena hadir para ujung tombak guna menyelesaikan akselerasi sertifikasi tanah wakaf yakni seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Tangerang, yang juga Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).

Nantinya, Kemenag Kabupaten Tangerang menyiapkan data dan warkah tanah wakaf, sedangkan BPN yang memproses penyelesaian sertipikatnya. Himsar juga menyampaikan guna percepatan sertifikasi tersebut, saat ini tersedia PTSL yang biaya penerbitan sertipikat tanah wakaf dibiayai oleh Kementerian ATR/BPN. 

Pelaksanaan PTSL di Kabupaten Tangerang selama dua tahun telah menerbitkan 370  sertipikat tanah wakaf. Program ini, belum maksimal karena pada  2017 hanya digelar di 12 desa yang seharusnya berlokasi di 22 desa dengan jumlah sertipikat sebanyak 138 bidang.  Sertifikasi tanah wakaf terbanyak di Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru dengan 34 bidang.

Sedangkan pada 2018, program ini tersebar di 31 desa dari 40 desa lokasi PTSL, dengan sertipikasi 232 bidang dan terbanyak di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, dengan jumlah 49 bidang.

Meningkatnya program PTSL pada dua tahun dengan prosentasi pada 2017 terjadi di 56 persen desa aktif dan 2018 untuk 80 persen desa aktif, membuat capaian penerbitan sertipikat wakaf pada 2018 meningkat 68 persen dari tahun  sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang  H. Badri menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPN Kabupaten Tangerang, yang membantu percepatan sertifikasi tanah wakaf tersebut.

Karena itu,  Badri meminta seluruh Kepala KUA se- Kabupaten Tangerang fokus menyiapkan data dan Akta Ikrar Wakaf sebagai dasar bagi BPN melakukan proses sertifiksi. Selanjut Badri menyampaikan akan mengusulkan pemberian penghargaan Kepala KUA yang capaian sertifikasi wakafnya tinggi untuk dapat menjadi petugas pendamping haji.

Penandatanganan kerja sama itu merupakan pembaharuan dari MOU yang pernah dilakukan pada 14 Oktober 2016. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sosialisasi sertifikasi tanah wakaf dengan narasumber Eli Rahmatullah, kepala seksi Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) BPN Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatan itu terlihat antusiasme para kepala KUA mendengarkan pemaparan tentang tanah, menggambarkan semangat mensukseskan sertifikasi tanah wakaf.(yas)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Kesra / Selesaikan PTSL dengan Cepat untuk Kurangi Sengketa Tanah

Nasional / Angka Golput Takkan Sesuai Survei

Banten Raya / Hari ini, Jokowi Bagikan 5 Ribu Sertipikat PTSL

Banten Raya / Cegah Pungli, BPN Lebak Gencar Sosialisasi PTSL

Jakarta Raya / Penertiban Reklame Terkesan Lambat

Bola Lokal / Striker Persebaya Rishadi Fauzi Resmi di Persija


Baca Juga !.