Politik

Pesan SBY: Raih Simpati Publik

Redaktur:
Pesan SBY: Raih Simpati Publik - Politik

Foto: DOK.INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bagaimana dengan paslon nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno? Sebelum menghadapi debat, pasangan ini terlebih dahulu berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Mega Kuningan VII, Jakarta, Kamis.

Kepada wartawan, Prabowo Subianto mengatakan pihaknya sudah sangat siap menghadapi debat. Namun demikian, kata dia, koalisi dalam Pemilu Presiden 2019 harus banyak berbincang sehingga dirinya dan Sandiaga menyambangi kediaman SBY.

"Koalisi kan harus banyak berbincang," kata Prabowo usai bertemu SBY di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan bahwa pertemuan dirinya dan Sandiaga dengan SBY dalam rangka meminta masukan dalam banyak hal, termasuk materi debat.

Dalam pertemuan tersebut, SBY menyarankan bagaimana menarik simpati dan suara rakyat sebanyak-banyaknya karena dalam debat disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.

"Bagaimana menarik simpati dan suara rakyat sebanyak-banyaknya karena pada akhirnya bukan hanya orang yang ada di dalam ruangan debat, melainkan pemilih adalah seluruh rakyat Indonesia," kata petinggi Gerindra, Ahmad Muzani.

Sementara itu, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo/Sandi, Sudirman Said, menegaskan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah menguasai materi debat sehingga tidak khawatir menghadapi debat pertama pada 17 Januari 2019.

Ia mengatakan bahwa Prabowo/Sandi terbiasa berdiskusi berbagai hal sulit sehingga pengetahuannya mumpuni dan terbiasa dengan pernyataan spontan namun solutif.

Oleh karena itu, BPN Prabowo/Sandi mengaku tidak memiliki kekhawatiran terkait dengan persiapan debat. "Lebih pada manajemen waktu karena pemaparan dibatasi waktu. Dari sisi penguasaan materi, insya Allah, Prabowo dan Sandi orang yang secara natural sudah biasa," ujarnya.

Terkait dengan isu pemberantasan korupsi, Sudirman mengatakan bahwa pihaknya konsen terkait dengan masih adanya upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk ancaman fisik kepada pegawai dan pimpinan KPK.

"Kalau kemudian terjadi teror, itu tidak memberi kenyamanan para pejuang yang sedang menanggulangi korupsi. Tadi soal korupsi keadilan cukup banyak dibahas karena kita banyak mengalami masalah di sana," katanya. Dalam salah satu visi dan misi Prabowo/Sandi, kata Sudirman, ada program bagaimana memperkuat KPK. (ant/dil)

Baca Juga


Berita Terkait

Politik / Janji Berlangsung Panas

Politik / Jokowi Terbiasa, Ma’ruf Amin Belum

Politik / Membosankan atau Menarik?

Politik / Debat Capres Enam Segmen

Politik / Jangan Malu Banggakan Diri


Baca Juga !.