Lifestyle

Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Redaktur:
Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat - Lifestyle

Grafis ANGGA GUMELAR/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Minggu ini publik dikagetkan dwngan berita sakitnya Ustad Arifin Ilham. Sempat dikabarkan sembuh, namun ternyata kanker limfoma dan nasofaring merenggut kesehatannya.

Kanker Limfoma mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Kanker ini merupakan satu satu penyakit yang mematikan.

Muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

''Angka kematian yang cukup tinggi ini karena lambatnya deteksi sehingga penanganannya sudah pada stadium lanjut. Lebih parah lagi karena masih ada pasien yang tidak berobat ke dokter yang tepat, atau memilih pengobatan melalui jalur alternatif, atau dukun,'' jelas Dr Ronald A Hukom, MHSc, Sp.D, KHOM, FlNASlM dari Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam lndonesia (Perhompedin), 

Lebih Ianjut Ronald menjelaskan, Iimfoma merupakan istilah umum untuk berbagai tipe kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik, yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Limfoma disebabkan oleh perubahan sel sel Iimfosit B atau T, yaitu sel darah putih yang dalam keadaan normal atau sehat berfungsi menjaga daya tahan tubuh dan menangkal berbagai jenis infeksi. Pada kasus limfoma, sel B atau T ini membelah lebih cepat, tak terkontrol, dan hidup lebih lama dari biasanya. 

Ada beberapa jenis limfoma, dengan dua golongan besar yaitu Limfoma Hodgkin (10 persen) dan Limfoma Non Hodgkin (90 persen). Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop.

''Pengobatan kanker ini semakin maju dengan perkembangan teknologi. Makin beragam. Hodgkin dan non-Hodgkin beda obatnya. Masing-masing tipe pengobatan tak sama,'' tandasnya.

Pada limfoma non-Hodgkin, ada beberapa tipe limfoma. Di antaranya, Indolent yaitu limfoma yang tumbuh perlahan. Limfoma indolen umumnya dianggap tidak dapat disembuhkan dengan kemoterapi dan atau terapi radiasi.

Lalu limfoma agresif yaitu limfoma ini memiliki pola pertumbuhan yang cepat. Pengobatannya dapat disembuhkan dengan kemoterapi.

Kemudian limfoma sangat agresif yaitu limfoma ini tumbuh sangat cepat. ''Jadi indolen tumbuh perlahan tetapi sifatnya kronik atau menahun. Susah untuk sembuh tapi lebih terkontrol. Kemudian yang agresif diberikan obat lebih banyak dosus tinggi agar tujuan sembuh dan suatu saat stop obat serta tak mengalami kekambuhan. Begitu pula untuk yang jenis sangat agresif,'' paparnya.

Tak hanya di leher, ketiak atau selangkanan, limfoma jenis agresif pada non-hodgkin juga bisa muncul di otak. Jika sudah begitu, maka pengobatan dilakukan dengan penyinaran.

Namun tentu akan berdampak pada efek samping yang hebat. ''Tipe agresif, ada juga di otak. Ini biasanya sulit bagi tim dokter. Jika pada orang muda biasanya fungsi otak terganggu. Lalu jika terjadi pada orangtua, itu bisa demensia atau lupa. Bisa juga muncul di kulit,'' katanya.

Di tempat yang sama, Pendiri CISC Indonesia Aryanthi Baramuli Putri menyarankan, pasien untuk peka terhadap 'keberadaan' penyakit ini di dalam tubuh. Karena itu, selayaknya kanker payudara, sebaiknya sering-sering melakukan pemeriksaan atau deteksi dini.

Sebab, kata Aryanthi, gejala kanker limfoma ini bersifat samar atau tidak khas. Selain deteksi dini, karena penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh. ''Mulai sekarang perhatikan cara pencegahan dengan menjaga gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, dan banyak aktivitas fisik,'' ujarnya. (dew)

TAGS

Berita Terkait

Lifestyle / PTM Meningkat, Saatnya Ikut Asuransi

Lifestyle / Geraham Bungsu Tak Tumbuh, Waspada Kista pada Gigi

Nusantara / 2.299 Warga Papua Melayang

Kesehatan / Ini Penyebab Anda Mudah Marah saat Kurang Tidur

Jakarta Raya / Ini Standar ASI untuk Bayi Prematur

Politik / Caleg Fogging Ratusan Rumah Warga


Baca Juga !.