Nasional

Hutan Pantai Kurangi Risiko Bahaya Tsunami

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Hutan Pantai Kurangi Risiko Bahaya Tsunami - Nasional

TINJAU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berkunjung di Pantai Binuangeun, Pandeglang, Banten. Foto : Dok BNPB.

INDOPOS.CO.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, hutan pantai menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami yang bermanfaat bagi masyarakat di sepanjang pantai Selat Sunda.

Ia mencontohkan beberapa jenis pohon yang dapat ditemui di beberapa tempat dan berfungsi sebagai penahan alami dari hantaman tsunami. Seperti pohon pule, ketapang, mahoni, waru, beringin dan kelapa. 

”Ini sebagai tujuan kita mengurangi bencana, maka sekarang kita siapkan. Kawasan di zona merah Selat Sunda ini sudah harus mempersiapkan diri dari sekarang," ujar Doni Monardo dalam keterangan tertulisnya di Pandeglang, Banten, Minggu (13/1/2019).

Untuk melakukan penanaman pohon perawatan dan menjadi kokoh mungkin 10 tahun hingga 30 tahun. Sehingga bila terjadi perstiwa seperti tsunami masyarakat dapat terlindungi dan mengurangi banyaknya korban. Penanaman pohon nantinya diserahkan kepada pemerintah kabupaten setempat, termasuk melibatkan dinas kehutanan provinsi. Penanaman nantinya memperhatikan juga berapa panjang pantai, dan setiap wilayah tentu ada lapisan. ”Kita minta Bupati untuk menyusun rencana dan mengajukan ke BNPB. Kebutuhan apa yang dapat kita usulkan nanti ke Kementerian Keuangan," jelas Doni. 

Sementara menurut, parak tsunami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Muhari menyampaikan bahwa hutan pantai ini dapat mengurangi laju energi tsunami dan menahan korale besar. Karakter tsunami di kawasan ini membawa koral hingga 10 ton ke darat. "Karena itu pohon-pohon dengan diameter besar dapat menahan laju koral tersebut," terangnya.(dan)

Berita Terkait


Baca Juga !.