Internasional

Berantas Korupsi di Pendidikan dan Kesehatan, China Menghukum 621.000 Orang

Redaktur: Achmad Sukarno
Berantas Korupsi di Pendidikan dan Kesehatan, China Menghukum 621.000 Orang - Internasional

Presiden Xi Jinping. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah China tak pandang bulu untuk memberantas tindakan korupsi. tahun lalu telah menghukum sekitar 621.000 orang atas tindak korupsi, termasuk 51 orang yang berada di tingkat kementerian atau provinsi.

Tahun ini China akan fokus di bidang pendidikan, layanan medis, perlindungan lingkungan dan area utama lain yang menjadi perhatian public

Perjuangan untuk memberantas korupsi telah menjadi prioritas utama selama pemerintahan Presiden Xi Jinping. Setelah Partai Komunis China berhasil mencapai kemenangan luar biasa dalam melawan korupsi, sang presiden bulan lalu mengatakan bahwa korupsi yang sudah mengakar masih perlu diberantas.

Komisi Pusat untuk Inspeksi Kedisiplinan partai tersebut pada Minggu (13/1/2019) mengatakan bahwa aksi melawan korupsi tahun ini akan difokuskan di beberapa area yang berkaitan dengan mata pencaharian rakyat dan biarkan masyarakat merasakan pencapaian yang lebih besar, kebahagiaan yang lebih besar dan keamanan yang lebih besar.

"Upaya tahun ini juga akan difokuskan pada tindak korupsi dan perilaku kriminal lain di kalangan pejabat pemerintah, dan memberantas beberapa contoh aksi suap, penyalahgunaan kekuasaan, kelalaian dan praktik yang keliru di sektor financial,” kata kata badan pengawas antikorupsi seperti dilansir dari harian china.

Mereka mengatakan penindakan tersebut juga akan ditujukan untuk mencegah para pejabat yang korup mencampuri sejumlah kepentingan. Selain menangani korupsi secara langsung, China juga akan berupaya menghilangkan keberpihakan birokrasi dalam pemerintahan dan memperbaiki para pejabat yang bersalah karena berperilaku acuh ketika menjalankan tugas, kata pemerintahan tersebut.

China juga ingin terlibat lebih banyak dalam penanganan antikorupsi masyarakat internasional untuk memburu tersangka yang melarikan diri ke luar negeri. China berhasil membawa kembali 441 buronan kasus korupsi ke negara itu dari Agustus sampai Desember tahun lalu,

"Upaya ini ditujukan agar para pejabat pada akhirnya tidak berani, tidak mampu dan tidak memiliki keinginan untuk melakukan tindakan ilegal," kata surat kabar tersebut.(ant/ash)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Berpotensi Lemahkan Kedaulatan NKRI, KPK Mewanti-wanti BUMN

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku

Internasional / Kaisar Akihito Lepas Takhta

Internasional / Intip Pertunjukan LED di Kota Terlarang China

Internasional / Sepertiga Gletser di Himalaya Terancam cair karena Perubahan Iklim

Internasional / Halangi Pejabat Fatah Tinggalkan Jalur Gaza


Baca Juga !.