Politik

Gara-Gara OSO, Status 807 Caleg DPD Terancam

Redaktur: Redjo Prahananda
Gara-Gara OSO, Status 807 Caleg DPD Terancam - Politik

Oesman Sapta Odang. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menindaklanjuti putusannya dengan memasukkan nama Oesman Sapta Odang (OSO) ke dalam daftar calon tetap (dct) calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan, KPU diminta untuk segera mengeluarkan Surat Keputusan dct baru yang mencantumkan nama OSO. Belum adanya putusan KPU terkait DPD akan berdampak pada dicabutnya semua nama calon anggota DPD.

"Hal yang paling penting menjadi pertimbangan dari KPU untuk segera menindaklanjuti putusan Bawaslu ini akibat hukum yang ditimbulkan dari putusan PTUN nomor 242 dan seterusnya, sampai hari ini sudah tidak ada lagi calon anggota DPD," jelas Ratna di Kantor Bawaslu Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Ia menjelaskan, dengan dicabutnya SK KPU nomor 1130 oleh putusan PTUN nomor 242, maka berdampak pada hilangnya semua calon anggota DPD RI yang berjumlah 807 orang, minus OSO dari daftar pemilih tetap sejak 20 September 2018 

"Dengan keluarnya putusan PTUN nomor 242 yang isinya membatalkan SK KPU 1130 itu maka SK tersebut sudah tak berlaku," tegasnya.

Atas dasar melindungi hak konstitusi calon anggota DPD yang sudah masuk dalam aftar calon tetap, Bawaslu meminta KPU untk segera menindaklanjuti putusan Bawaslu. Terkait perkara Osman Sapata Odang. 

Menindakalanjuti keputusan terkait perkara Oso otomatis KPU akan membuat SK baru, karena SK lama sah tiak berlaku. SK baru KPU ini yang nantinya akan menyelamatkan calon anggota DPD yang lain.

"Sehingga tindakan KPU menerbitkan surat keputusan baru sebagai tindakan atau perintah dari putusan Bawaslu menjadi sangat penting untuk dilakukan. Ini untuk mengembalikan hak konstitusional dari calon DPD," tutupnya. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.