Raket

Fitriani Sulit Ulang Kejutan Di Malaysia Masters 2019

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Fitriani Sulit Ulang Kejutan Di Malaysia Masters 2019 - Raket

Fitriani. Foto : IST

INDOPOS.CO.ID - Setelah Fitriani menjuarai Thailand Masters Minggu lalu (13/1/2019), harapan kita terhadap tunggal putri tiba-tiba membuncah. Ada keinginan melihat sektor ini mengulang prestasi di Malaysia Masters yang saat ini berlangsung. Namun, kecil ekspektasi itu terwujud.

Babak utama baru sehari berlangsung, tiga dari lima tunggal putri kita sudah berguguran. Termasuk tunggal putri terbaik kita, Gregoria Mariska Tunjung. Juga Ruselli Hartawan dan Lyanna Alexandra Mainaky. Yang survive hanya Fitriani. Itu pun karena dia hanya melawan rekan senegara nonpelatnas, Yulia Yosephin Susanto.

Memang, lawan yang dihadapi Jorji—sapaan Gregoria—tidak main-main. Yakni Ratchanok Intanon, pemain peringkat delapan sekaligus juara bertahan Malaysia Masters. Apalagi, ini turnamen internasional pertamanya setelah pulih dari cedera pinggang pada French Open Oktober lalu. Namun, skor telak 15-21, 16-21 cukup membuktikan bahwa Jorji belum bisa bersaing dengan 10 besar dunia.

''Sebelum bermain, saya sudah mencoba antisipasi kelebihan dia. Saya nonton pertandingan terakhir dia untuk mempelajari,'' tutur Jorji dalam surat elektronik PP PBSI. ''Saya juga sudah diingatkan untuk siap capek oleh pelatih. Cuma dia lebih konsisten, sementara saya masih suka lepas-lepas,'' papar pemain 19 tahun tersebut.

Inkonsistensi Jorji tampak dari perolehan poin tiap game. Dia selalu leading duluan. Pada awal game pertama, Jorji memimpin 7-3. Namun, ketika Intanon mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 8-8, dia langsung balik tertinggal. Pada game kedua, dia kembali leading 6-0. Lagi-lagi, sang bintang Thailand sukses menguber. Dan kalah.

Ini merupakan kekalahan ketiga Jorji dari Intanon. Sebelumnya pemain peringkat 15 dunia itu takluk di babak kedua Japan Open tahun lalu. Juga pada babak kedua Indonesia Open 2018. Meski demikian, pelatih tunggal putri Minarti Timur menampik jika laga kemarin menunjukkan kualitas Jorji secara keseluruhan. Menurut dia, Jorji punya potensi besar tahun ini.

''Permaianan Jorji Rabu kemarin, memang kurang baik. Intanon lebih bisa menguasai pertandingan,'' kata Minarti.

''Gregoria sering ragu-ragu dalam penempatkan bola sehingga tidak bisa keluar permainannya. Dia terus tertekan oleh Ratchanok,'' lanjut Minarti.

Tersingkir di babak awal ada berkahnya buat Jorji. Dia bisa langsung mempersiapkan diri untuk Indonesia Masters yang dimulai Selasa depan (22/1/2019). Di babak pertama, dia juga bertemu lawan yang berat. Yakni Aya Ohori asal Jepang.

Kini, langkah tunggal putri Indonesia hanya bertumpu pada Fitriani. Sayang, lawan dia di babak 16 besar hari ini juga mengerikan. Yakni He Bingjiao. Dalam dua kali pertemuan, dia selalu kalah oleh pebulutangkis asal Tiongkok itu. Bingjiao saat ini menempati urutan ketujuh dunia. Jauh di atas Fitri yang masih di peringkat 33 dunia.

Pekan lalu, Fitri secara mengejutkan mengalahkan unggulan pertama Thailand Masters, Nitchaon Jindapol. Apakah dia bisa bikin kejutan lagi hari ini? ''Berusaha nekat dulu aja. Yang penting bisa mengembalikan bola-bola susah dulu, dan berani bermain reli yang rapi,'' tutur Minarti.

''Kalah itu urusan nanti. Tetap mati-matian. Jangan mau kalah sampai poin terakhir,'' tegasnya.(bam)

TAGS

Berita Terkait

All Sport / Mengenal Sosok Pemain Kanada Michelle Li

Raket / Fitriani Tembus Semifinal

Total Sport / Tunggal Putri Gulung Tikar


Baca Juga !.