Bola Dunia

Spygate Guncang Inggris

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Spygate Guncang Inggris - Bola Dunia

Frank Lampard. Foto : Glyn Kirk/AFP

INDOPOS.CO.ID - Marcelo Bielsa memang orang baru di sepak bola Inggris. Bielsa baru musim ini jadi tactician Leeds United di level Championship. Tak heran, orang-orang Inggris tak biasa dengan gayanya. Terlebih dengan kegilaan tactician berjuluk El Loco itu dengan data statistik. Itu yang memunculkan skandal “spygate” di kompetisi level kedua sepak bola Inggris belakangan.

Skandal itu mencuat ketika ada seorang pria tertangkap di dekat Oakwood, kamp latihan Derby County. Dia tertangkap tepat dua hari jelang duel matchweek 27 Championship (12/10/2018). Derby takluk 0-2 dari Leeds di Elland Road -markas Leeds. Setelah sepekan jadi polemik, Kamis (17/1/2019) Bielsa angkat suara.

''Saya mungkin tidak bisa berbicara dengan Bahasa Inggris, tapi saya bisa membicarakan tentang 24 klub di Championship,'' ucap Bielsa, dalam konferensi persnya. Memang, ketika dia menjelaskan tentang aksi spionasenya, pelatih berusia 63 tahun tersebut didampingi penerjemah di sampingnya.

Info Grafis : Gimbal/INDOPOS

''Musim ini, Derby memainkan formasi 4-3-3 sebanyak 49,9 persen. Kami menggunakan fakta itu untuk memahami sistem, dan mengapa mereka mengubah sistem permainan sepanjang  laga,'' lanjut pelatih asal Argentina itu. Kepada pewarta, dia pun menunjukkan data mata-matanya dalam 51 laga Derby sejak musim lalu. Dia memaparkannya dengan presentasi PowerPoint.

Ya, Bielsa tak sendirian mengumpulkan data tersebut. Bielsa didukung dengan kinerja 20 “mata-mata” di belakangnya. Ke-20 stafnya itu bekerja selama 200 jam untuk menganalisa tiap laga The Whites-julukan Leeds. ''Per satu laga memerlukan empat jam. Mengapa kami melakukannya? Ini jadi bagian dari kerja profesional menurut kami,'' klaim Bielsa. Dengan memakai tenaga stafnya dia menganggap itu masih tak menyalahi aturan.

Begitu detailnya data yang dihasilkan dari spionasenya, Bielsa mampu menelanjangi apa saja yang dilakukan Frank Lampard -nahkoda Derby- dalam taktiknya. Bukan hanya perubahan formasi. Dengan formasi dasar 4-3-3, Curtis Davies dkk juga kerap mengubah formasi jadi 4-2-1-3.

Data statistik itu, Bielsa pun bisa mengetahui sosok kunci di balik perubahan formasi itu. Kuncinya ada di Mason Mount, gelandang pinjaman dari Chelsea. ''Dari 31 laga, sebanyak 49,9 persen mereka memainkan 4-3-3 dengan pemain nomor 8 (Mount) di kanan, 22 persen bermain di sisi kiri. Begitu pula saat memainkan 4-2-1-3, si nomor 8 juga dapat bermain di kanan dan di kiri,'' ulas mantan entrenador timnas Argentina itu.

Sabtu (19/1/2019), Leeds akan menantang Stoke City di bet365 Stadium, Stoke-on-Trent. Dia menyebut spionase laga itu tak semudah saat melawan The Rams-sebutan Derby. ''Mereka (Stoke) kini dibesut pelatih baru (Nathan Jones). Jadi, kami menganalisis 26 laganya (Jones) bersama Luton (Town) dan struktur yang dia pakai di situ,'' tutur guru taktikal Mauricio Pochettino dan Jorge Sampaoli itu.

Kalau ditarik ke belakang, bukan cuma di Inggris Bielsa melakukan spionase. Kebiasaan  ini sudah dia lakukan sejak masih di Julio Humberto Grondona Camp latihan timnas Argentina. Dilansir AS, pelatih juara Premier League seperti Pep Guardiola saja pernah merasakan efek spionase Bielsa.

Itu terjadi ketika Pep masih membesut Barcelona, lalu Bielsa menduduki kursi pelatih di Athletic Bilbao. Bielsa mengakui, dia pernah memata-matai sesi latihan La Blaugrana di Ciutat Esportiva Joan Gamper sebelum final Copa del Rey 2011-2012. Di final, Barca menghajar klub asuhan Bielsa dengan tiga gol tanpa balas.

Setelah laga usai, Bielsa memberikan hasil spionasenya kepada Pep. ''Anda ternyata lebih memahami tentang Barca ketimbang saya,'' begitu yang diungkapkan Pep, seperti yang ditirukan Bielsa. Spionase ala Bielsa itu didukung mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Aston Villa, Tim Sherwood.

Dalam wawancaranya kepada Sky Sports, Sherwood menyebut spionase Bielsa ini dapat jadi ilmu baru bagi sepak bola Inggris. Khususnya di level Championship. ''Secara moral, aksi-aksi ini salah dan itu sesuatu yang belum biasa kami lakukan. Jadi, ini hanya soal budaya,'' kata Sherwood.(koc/ant)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.